Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Film The Right One, Cerita di Bali dengan Tokoh “Pendatang”

01 Mar 2014 // 17:31 // RESENSI, SINEMA

The-Right-One-Poster-FilmJAKARTA (suarakawan.com) – Hampir kebanyakan remaja jarang bahkan ada yang tidak pernah pergi-pergi ke tempat pariwisata di kota tempat tinggalnya sendiri. Di Bali pun banyak bertemu orang yang tinggal di Bali dan belum pernah pergi ke Besakih Pura. Inilah yang menjadi ide cerita dari Gandhi Fernando sebagai pemeran tokoh utama sekaligus produser film ini.

Tokoh-tokoh dalam film ini bukan asli Bali, mereka semua pendatang yang tinggal di Bali. Saat riset tim film sudah banyak bertemu orang asli Bali yang modern dan mereka selalu dan sangat fasih menggunakan bahasa Inggris. Mereka pun juga sudah membaca dan menyutujui skenario sebelum shooting.

Tokoh utama diperankan oleh Jack (Gandhi Fernando), Alice (Tara Basro), dan Will (Bran Vargas) seluruh karakter dalam film tidak pernah sekalipun disebutkan bahwa mereka asli Bali atau penduduk Bali.

Karakter yang diperankan tentu saja adalah orang keturunan seperti Jack (Gandhi Fernando/Indonesia-India), Lee (Dave Alexandre/Indonesia-Perancis), Kate (Sheila Tohir/Indonesia-German), Stacy (Tara Wraith/Australia).

“I was born in the UK”, itu dialogue dari Alice yang sudah jelas dari awal bahwa mereka bukanlah orang asli Bali.

Ayah Alice yang asli Bali, tetapi saat pengkremasian ibu dari Alice & Will, mereka tidak memakai baju adat Bali dan tidak pernah diberitahukan secara specific bahwa ibu Alice juga adalah orang asli Bali.

Mengenai orang Bali yang berbahasa Inggris dan bukan berbahasa Indonesia atau Bali. Ini tentu saja sudah di riset terlebih dahulu.

Film ini menceritakan bahwa dalam kenyataannya remaja dan penduduk asli Indonesia kadang tidak pernah mengunjungi tempat wisata di daerah tempat tinggalnya sendiri.

“Saya saja yang lahir dan tinggal di Jakarta. Keturunan India-Betawi-Manado. Saya belum pernah ke Monas, Lubang Buaya, ke Patung Soekarno-Hatta di Jln. Proklamasi, banyak museum-museum di Jakarta, kebun binatang Ragunan, melihat Patung Pancoran kecuali dari jalan tol atau dari film Adriana, ke TMII kalau kebetulan sedang shooting sinetron saja, serta terakhir kali melihat tari Ondel-ondel saat saya berumur 8 tahun. Which is, 16 tahun yang lalu,” ujar Gandhi.

Bagaimana pendapat anda? Mulai sekarang sebelum melancong ke luar negeri, cobalah untuk mengunjungi tempat wisata di negeri sendiri dan wilayah kota sendiri. Benar tidak? Toh, devisanya untuk warga negeri sendiri. (Gandhi/Han)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini