Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Film “Karapan Sapi” Akan Menduniakan Madura

29 Aug 2016 // 10:39 // HEADLINE, SINEMA

20160828_204216-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Sebuah keuntungan besar yang didapat Madura jika Film yang mengambil tema berlatar karapan sapi dan kebudayaan masyarakat Madura akan dirilis pada 2019 mendatang. Lewat film tersebut, Madura akan semakin mendunia dengan berbagai potensi wisata maupun religinya.

“Film yang disutradarai asal Indonesia di Hollywood, Livi Zheng ini mampu mengangkat pariwisata Madura di dunia,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada wartawan di Surabaya, Senin (29/8).

Direncanakan, film karya Livi Zheng dirilis pada 2019 dengan mengambil tema berlatar karapan sapi serta kebudayaan masyarakat madura lainnya. Lokasi syutingnya juga lebih banyak dilakukan di Madura, termasuk di sejumlah lokasi-lokasi wisata setempat, serta beberapa lokasi lain di Jatim.

Menurut Gus Ipul, sebuah keuntungan budaya dan wisata Jatim, khususnya Madura, dikaryakan sebagai sebuah film yang diyakini mencuri perhatian penggemar film Tanah Air, termasuk di dunia karena juga akan ditampilkan di Hollywood.

“Bayangkan kalau mendapat kesempatan tayang di Hollywood, kemudian di bioskop-bioskop beberapa negara lainnya. Tentu akan banyak sekali yang penasaran dan datang ke Madura,” ujarnya.

Tidak itu saja, Gus Ipul berjanji akan turut mempromosikan film yang belum ditentukan judulnya itu, sekaligus menumbuhkan minat masyarakat menonton film karya anak dalam negeri. “Mari kita dukung karya-karya anak bangsa ini,” tegasnya.

Livi Zheng sendiri bangga bisa memproduksi film dalam negeri karena merupakan impiannya sejak terjun ke dunia film. Meski namanya mulai berkibar di industri perfilman dunia, namun sebuah karya film Indonesia merupakan tantangan tersendiri dan menjadi sebuah prioritas bagi karirnya.

“Film bertema karapan sapi nanti menjadi film keempat saya. Doakan agar proses pembuatan film berjalan lancar dan mendapat tempat di mata masyarakat,” kata sutradara film “Brush With Danger” itu.

Selama dua hari, sutradara perempuan Asia pertama yang menembus Hollywood tersebut telah berada di Madura dan menginap di Kabupaten Sumenep untuk melakukan observasi sekaligus pengambilan gambar awal sebagai bagian dari proyek film nantinya.

Dalam penggarapan film itu, Livi Zheng tidak sendirian. Sutradara berusia 27 tahun tersebut takan ditemani aktor laga Yayan Ruhian selaku penata laga pada film yang di dalam skenarionya juga menampilkan adegan-adegan action sekaligus melestarikan budaya bela diri asli Indonesia, terutama Madura.

“Setiap adegan perkelahian nanti seni bela diri nanti akan menggunakan seni bela diri khas Madura. Saya sudah berkomunikasi dengan teman saya atlet silat di Jakarta. Dari teman saya ini, saya bisa berhubungan dengan ahli silat di Madura,” kata Yayan Hurian. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini