FAM Unair Tetap Tolak Kenaikan SP3

Tidak ada komentar 7 views

SURABAYA(suarakawan.com)-Kreatifitas dan semangat juang mahasiswa Unair yang tergabung dalam FAM seolah tak pernah habis dalam aksi penolakan kenaikan SP3 (uang gedung bagi mahasiswa baru 2011).

Setelah kemarin melakukan aksi wadul ke makam WR Supratman, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, FAM Unair melakukan aksi teatrikal di patung Gubernur Soeryo depan gedung negara Grahadi.

Aksi kali ini di awali oleh lagu-lagu reformasi seperti, Buruh Tani, Siang siang ku tinggalkan Kuliahku sama Pendidikan Tanggung Jawab Negara, yang di pimpin oleh Aditya Farista Mahasiswa FE.

“20 Mei merupakan tanggal yang tidak asing lagi bagi kita semua rakyat Indonesia, karena tanggal itu adalah hari lahirnya organisasi Boedi Oetomo, yang menjadi salah satu tonggak kebangkitan pergerakan nasional melawan kolonialisme Belanda,” demikian orasi politik  Dian Aprilia, mahasiswa Sastra Inggris.

Berbeda dengan aksi yang lain, aksi FAM selalu tampil humanis berkat gesekan biola dari angela Nariswari mahasiswa Kedokteran sama Petikan Gitar Dani Samuel mahasiswa Sejarah yang membawakan musikalisasi Puisi “Sajak Sebatang lisong karya WS Rendra” dengan di iringi gesekan biola dari .

Massa aksi kemudian melakukan teatrikal di patung Gubernur Suryo di depan gedung grahadi, yang merupakan gubernur pertama Jawa Timur pada masa kemerdekaan.

“Aksi teatrikal ini merupakan simbolisasi bahwa Indonesia kembali lagi dalam penguasaan Neoliberalisme (penjajahan gaya baru) terutama di sektor pendidikan yang kian tak terjangkau rakyat,”papar Angela. (jto/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "FAM Unair Tetap Tolak Kenaikan SP3"