FAM Unair Gelar Aksi 54

Tidak ada komentar 5 views

aksi pengarakan bendera 54 meter

SURABAYA (suarakawan.com) – Skema baru kenaikan biaya SP3 dengan sistem proporsional dinilai sangat memberatkan para mahasiswa baru. Banyak orang tua mahasiswa baru yang mengeluh dengan sistem tersebut yang tetap saja membebankan biaya SP3 (Uang Gedung) yang sangat mahal kepada mahasiswa.

Apalagi pembayaran SP3 ini harus tunai dan tidak boleh dicicil, sehingga beberapa orang tua mahasiswa merasa keberatan untuk melunasinya. Bilamana orang tua mahasiswa tidak mempunyai uang, pihak birokrasi Unair hanya memberikan tawaran agar para orang tua meminjam uang dari bank untuk melunasi biaya masuk tersebut.

“Berdasarkan kondisi diatas, kami kemudian membuat aksi simbolis Pengarakan Bendera Merah Putih 54 Meter. Bendera sepanjang 54 meter ini adalah untuk melambangkan tahun diresmikannya Unair oleh Presiden pertama Indonesia Bung Karno, yang sejarahnya berasal dari dua lembaga pendidikan kolonial Belanda bernama NIAS dan STOVIT yang dinasionalisasi oleh para pejuang kemerdekaan untuk kepentingan rakyat di sektor pendidikan,” papar humas Forum Advokasi Mahasiswa Unair, Angela Sima Nariswari, Senin (04/07).

Angela menegaskan bahwa aksi simbolis itu bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa nasionalisasi Unair tahun 1954 bukanlah ingin menjadikan kampus Unair ini sebagai kampus yang mahal, namun menjadikannya kampus yang terjangkau oleh semua kalangan rakyat.

Namun sayangnya, amnesia sejarah ternyata masih tetap terjadi. Terjadi permufakatan jahat antara Rezim Neoliberal SBY-Boediono, Menteri Pendidikan Nasional dan Pejabat struktural Unair, untuk menggadaikan kampus Unair kepada kaum pemodal dan tiga setan dunia (IMF, World Bank, WTO).

“Rasa kebangsaan yang digembor-gemborkan dalam Kongres Pancasila di Unair beberapa waktu lalu, ternyata tak lebih hanyalah pepesan kosong, tak terwujud di lapangan,” kritik mahasiswi Fakultas Kedokteran Unair ini.

Oleh karena itulah, dalam aksi damai tersebut, Forum Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga menyatakan sikap :

1. Menuntut kepada Pejabat Unair, Menteri Pendidikan Nasional dan Pemerintahan SBY-Boediono untuk segera membatalkan kenaikan biaya pendidikan di Unair karena kebijakan tersebut adalah simbol pelupaan dan pengkhianatan sejarah perjuangan nasionalisasi Unair dari tangan Kolonial Belanda.

2.  Kasus kenaikan Biaya SP3 di Unair semakin menunjukkan tentang bahaya neoliberalisme Pendidikan yang pasti akan di ikuti dengan kenaikan biaya kuliah, Pemadatan Kurikulum, pungutan liar dalam dunia pendidikan.

3. Hancurkan Neoliberalisme yang terbukti hanya akan membawa keuntungan bagi segelintir orang dan sebaliknya akan menyengsarakan banyak orang.(nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "FAM Unair Gelar Aksi 54"