Fam Unair Aksi Sambut Bulan Puasa Dan Hari Kemerdekaan RI

salah satu aksi FAM Unair

SURABAYA (suarakawan.com) – Dulu pada tanggal 17 Agustus 1945, saat umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Semangat dari proklamasi itu kemudian membakar puluhan juta rakyat Indonesia di seluruh negeri untuk bangkit melawan Penjajahan.

Kini, setelah hampir 66 tahun sejak revolusi Agustus dimulai, sebagian orang menganggap revolusi Agustus sudah berhenti, sudah selesai, dan gagal total.

“Tapi Bagi kami, revolusi Agustus tidaklah berhenti total atau sudah selesai, melainkan sedang dikebiri oleh kekuatan yang tidak pro terhadap rakyat. Tetapi, jika rakyat sudah menemukan kembali semangat dan keberanian dari rohnya revolusi agustus, maka jiwa dari revolusi agustus akan kembali berkobar membakar kolonialisme, imperialisme, dan kapitalisme,” ujar Catur Wibowo, Juru bicara FAM Unair, Senin (01/08).

Saat ini, lanjut Catur, kita sudah memasuki bulan Agustus yang keramat itu, dan bersamaan dengan umat islam memasuki bulan ramadhan. Ini hampir sama persis dengan bulan agustus 66 tahun yang lalu itu, yang umat Islam juga menjalankan puasa.

“Oleh karena itula kami kemudian mengadakan kegiatan dalam rangka peringatan proklamsi kemerdekaan RI berupa Pagelaran seni rupa berupa 45 gambar yang berkaitan dengan soal kemerdekaan dan di buat pada kadus berkas.  Angka 45 ini merupakan simbolisasi terhadap tahun di proklamasinya oleh kemerdekaan RI,” imbuhnya.

Aksi tersebut digelar di depan Gedung Grahadi Surabaya pada hari Senin sore tanggal 1 Agustus 2011 Pukul 15.00-selesai. “Sekaligus kami ajak rekan-rekan media untuk berbuka puasa bersama,” pungkasnya.(nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Fam Unair Aksi Sambut Bulan Puasa Dan Hari Kemerdekaan RI"