Falun Dafa:Pemerintah RI Jangan Tunduk Pada Asing!

Praktisi Falun Dafa Surabaya

SURABAYA(suarakawan.com)-Polisi sebagai aparatur pemerintahan seharusnya melindungi rakyatnya. Bukannya tunduk pada pihak asing yang akhirnya membuat Polisi tak lagi mengayomi dan melayani rakyat. Bahkan justru menganiaya warganya.

Hal ini secara tegas dinyatakan oleh Milianda Tantri, Praktisi Falun Dafa terkait kekerasan yang dilakukan Polisi terhadap aktifis Falun Dafa dan Jurnalis yang meliput pada awal Mei silam.

“Kami baca di sebuah harian yang menulis pernyataan humas Polda Jatim bahwa pembubaran aksi damai kami oleh Polisi yang berujung penganiayaan kepada rekan Jurnalis karena tekanan Konjen China di Surabaya,” papar Milianda, Senin (23/05).

Lebih lanjut Milianda meminta agar pemerintah tak serta merta menuruti tekanan pemerintah China yang kini dikuasai Partai Komunis China (PKC) untuk tidak mengakui keberadaan Falun Dafa.

“Pemerintah Indonesia seharusnya lebih melindungi hak warga negaranya yang dijamin dalam UUD 1945 daripada tunduk terhadap tekanan negara asing dengan alasan menjaga hubungan baik dengan pemerintah China,” tegasnya lagi.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, seharusnya meniru sikap Pemerintah Kanada yang juga pernah mendapat tekanan serupa dari Pemerintah China untuk memberangus aktifitas Falun Dafa.

“Waktu itu pemerintah Kanada secara tegas menyatakan bahwa pihaknya memilih untuk melindungi warga negaranya. Toh akhirnya pemerintah China mengalah dan tak jadi melaksanakan ancamannya untuk tidak melanjutkan hubungan bisnis dengan Kanada,” pungkasnya. (jto/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *