Falun Dafa Hanya Terlarang Di China

Aktivis Falun Dafa Australia Tengah Melakukan Meditasi

SURABAYA-Kekerasan yang terjadi saat pembubaran aksi damai Falun Dafa Indonesia  cara kekerasan sehingga mengakibatnya sejumlah praktisi Falun Gong  dan tiga wartawan terluka pada hari Sabtu silam di kecam keras oleh Perhimpunan Falun Dafa Indonesia.

Dalam pernyataan sikap yang diterima suarakawan.com, Perhimpunan Falun Dafa menuntut Pemerintah, dalam hal ini pihak Polri harus menindak anggotanya yang telah melakukan tindakan kekerasan saat bertugas mengamankan kegiatan Falun Gong.

“Sudah seharusnya pihak kepolisian mengamankan jalannya pawai tersebut agar tidak menganggu lalu-lintas atau anarkis. Kejadian kekerasan itu justru menunjukan bahwa Polri tidak mampu melindungi anggota masyarakatnya yang sedang mengekspresikan dirinya dan menyampaikan aspirasinya,” papar Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali, Rabu (11/05).

Gatot juga menduga insiden kekerasan tersebut dipicu oleh  tekanan dari Kedutaan Besar China yang selalu ingin mengimpor penindasannya terhadap Falun Gong. Sudah bukan rahasia lagi, setiap kali pihaknya mengadakan kegiatan, Kedubes China selalu berusaha menekan pemerintah Indonesia untuk menggagalkan.

“Atas tekanan Kedubes China juga, sampai sekarang pemerintah tidak mau mengakui keberadaan organisasi Himpunan Falun Dafa Indonesia, selama ini kami dianggap sebagai organisasi illegal yang tidak diijinkan mengadakan kegiatan. Bahkan pihak kepolisian selalu menolak ijin kegiatan yang kami berikan. Akibatnya pembubaran kegiatan oleh polisi semacam ini seringkali kami alami,”imbuhnya.

Oleh karena itu, Gatot menghimbau kepada pemerintah Indonesia agar tidak menuruti begitu saja kemauan Kedubes China yang tidak ingin kejahata Pemerintahannya terhadap Falun Dafa diketahui masyarakat internasional.

“Kami tekankan bahwa Falun Dafa hanya dilarang oleh rezim komunis China, namun di 120 negara lainnya kami bebas beraktifitas. Berilah kesempatan kepada kami untuk berdialog agar pemerintah bisa mengetahui secara obyektif tentang Falun Gong dan fakta yang sebenarnya terjadi di China, “pungkasnya.(jto/nas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *