Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Faktor Usia Gerogoti Kemampuan Rossi

28 Oct 2016 // 06:27 // HEADLINE, OLAHRAGA, OTOMOTIF

Rossi, Qatar MotoGP Race 2014

SIDNEY (suarakawan.com) – Ambisi Valentino Rossi untuk meraih gelar juara dunia MotoGP kedelapan pada tahun ini pupus sudah. Upayanya digagalkan pembalap Repsol Honda Marc Marquez yang sudah memastikan gelar tersebut pada MotoGP Jepang, 16 Oktober lalu.

Meski masih mampu bersaing dengan pembalap muda, Rossi tidak bisa mengelak bahwa kemampuannya sudah menurun pada usia 37 tahun. Jeremy Burgess menilai Rossi mulai menunjukkan penurunan dalam hal kecepatan, reaksi, dan ketangkasan.

Berbeda dengan Marquez. Pembalap 23 tahun itu beberapa kali menunjukkan kehebatan reaksi saat menghindari insiden yang membuatnya nyaris terjatuh.

“Marquez mampu menghindari insiden terjatuh karena dia sangat lincah. Sementara Rossi, dengan seiringnya waktu berjalan, dia lebih lambat dalam hal reaksi di lintasan,” kata Burgess dalam wawancara dengan Motor Sport di sela-sela balapan MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island, 23 November lalu.

Burges yang pernah menjadi kepala mekanik Rossi menambahkan, ia melihat sejumlah insiden yang menimpa pembalap asal Italia itu pada MotoGP 2016 sangat aneh.

“Valentino Rossi telah membuat beberapa kesalahan tahun ini, di Assen dan Jepang menarik perhatian saya,” tutur Burges. “Yang di Belanda sangat tidak biasa, karena dia biasanya tidak kecelakaan ketika memimpin.” (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda






  • Terkini