Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Enam Perukyat Melihat Hilal, Shalat Ied Ditetapkan Minggu

24 Jun 2017 // 20:03 // HEADLINE, RELIGI ISLAMI

menag

JAKARTA (suarakawan.com) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan enam perukyat hilal bersaksi melihat bulan muda atau hilal sehingga menjadi salah satu dasar penetapan Idul Fitri 1438 Hijriyah/2017 Masehi yang jatuh pada Minggu (25/6).

“Ada enam petugas yang menyampaikan kesaksian di bawah sumpah bahwa mereka lihat hilal,” kata Lukman dalam jumpa pers Sidang Isbat Awal Syawal 1438 Hijriyah di kantor Kemenag, Thamrin, Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan enam perukyat itu merupakan unsur Tim Hisab dan Rukyat Kemenag yaitu empat orang dari titik pengamatan di Nusa Tenggara Timur dan dua lainnya masing-masing di Gresik dan Surabaya, Jawa Timur.

Secara metode penghitungan astronomi atau hisab, kata dia, posisi hilal sudah memenuhi kriteria “imkanu rukyat” standar kesepakatan negara-negara Asia Tenggara.

Dia mengatakan hilal bisa dikategorikan memenuhi unsur pergantian bulan jika berada di posisi minimal dua derajat di atas ufuk. Selain itu, elongasi atau jarak matahari ke bulan sedikitnya 3 derajat dan umur hilal paling tidak 8 jam.

Dari metode hisab yang dilakukan Kemenag, lanjut dia, hilal pada Sabtu petang memiliki tinggi 3,88 derajat, elongasi 5,06 derajat dan umur bulan 8 jam 15 menit 24 detik.

Lukman mengatakan Kemenag menggunakan dua perpaduan penetapan pergantian bulan yaitu dengan rukyat dan hisab.

Hisab, kata dia, membantu menentukan posisi hilal di cakrawala lewat perhitungan astronominya. Sementara rukyat dipakai untuk memastikan keberadaan bulan di ufuk.

“Maka sidang isbat sepakat malam ini 1 syawal, maka besok kita bersama laksanakan shalat id,” kata dia. (ant/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini