Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Empat Bulan, di Jatim Terjadi 1.518 Kasus Kecelakaan Tenaga Kerja

17 May 2017 // 18:12 // EKONOMI

20170516_110007-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Kasus kecelakaan tenaga kerja di Jawa Timur (Jatim) Tahun 2017 dipastikan tinggi. Dalam empat bulan mulai 1 Januari hingga 30 April, di provinsi ini terjadi 1.518 kasus kecelakaan tenaga kerja.

“Ini angka kecelakaan tenaga kerja termasuk besar lho. Bayangkan baru empat bulan saja sudah terjadi 1.518 kasus,” kata Plt Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Setiajit kepada wartawan di Surabaya, Selasa (16/5).

Secara rinci, Setiajit menjelaskan ribuan kasus kecelakaan tenaga kerja tersebut, banyak terjadi di perusahaan yang berada di wilayah ring 1. Yaitu, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan.

Tingginya kasus kecelakaan tenaga tersebut, membuat Disnakertrans Jatim turun tangan. Disnakertrans Jatim menerjunkan tim pengawas sebanyak 46 orang. Tim pengawas bertugas melakukan pembinaan, pengawasan, penyelidikan dan penyidikan.

Tim pengawas ini sudah diterjunkan ke sejumlah perusahaan di Gresik. Hasilnya, ditemukan pelanggaran normatif, seperti upah buruh yang tidak sesuai dengan perundangan.

“Setelah Gresik, tim akan turun ke Surabaya. Yang melakukan pengawasan tenaga kerja itu provinsi. Kenapa provinsi, ini karena jumlah tenaga pengawas di Kabupaten/Kota terbatas,” katanya.

Di sisi lain, Setiajit menyebut jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Jatim hingga tahun 2016 sebanyak 3.930 orang. Terdiri dari 2.356 TKA yang bekerja di lintas provinsi dan 1.574 TKA yang bekerja di Jatim.

“Jadi, para TKA itu tidak semua bekerja di perusahaan yang ada di Jatim.
Ada perusahaan yang punya cabang di luar Jatim dan mempekerjakan TKA,” tuturnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini