Eksekusi Gedung Di Tidar Tak Berjalan Lancar

SURABAYA (suarakawan.com) – Tepat pukul 07.30 Wib, juru sita dari Pengadilan Negeri surabaya akhirnya membacakan keputusan eksekusi atas sebuah gedung di jalan tidar no 5 Surabaya.

Namun hingga 1 jam berlangsung eksekusi itu masih belum bisa dilaksanakan. Selain masih ada penolakan dari para karyawan gedung, putusan eksekusi ini juga dipermasalahkan oleh kuasa hukum dari, Herman yang merupakan pemilik lama gedung ini.

Sekitar 50 orang yang mengaku sebagai karyawan gedung ini mulai merapat menutupi pintu gerbang dari dalam. Mereka berteriak menolak ekseskui sambil membentangkan poster. Bahkan keluarga herman santoso pemilik lama gedung ini berada didalam gedung,dan mengunci pintu dari dalam. Pengamanan Eksekusi ini dipimpin oleh kapolrestanbes Surabaya, Kombes Pol Tri Maryanto.

Bahkan 1 orang yang menghalangi eksekusi juga diamankan ketika tim eksekusi masuk berusaha membuka pintu rumah.

Sementara massa dari pemohon eksekusi sendiri tampak berada di luar karena dilarang mendekat oleh pihak kepolisian untuk menghindari bentrok.

Diketahui, bahwa eksekusi pada gedung 4 lantai di jalan tidar no 5 ini merupakan hasil keptususan pengadilan negeri surabay beberapa tahun lalu. Gedung ini sebelumnya digunakan sebagai PT Nusantara Citra Alam Raya. Pemoliknya adalah milik Herman Santoso yang menjabat sebagai Preskom dan Amir Djoewito selaku Direktur utyama. Mereka berdua beberapa tahun lalu memiliki hutang 47 Milyar pada bank BCA.

Karena setelah lewat tenggat waktu tidak bisa membayar hutangnya, maka pihak bank melelangkan secara terbuka. Hasilnya dimenangkan oleh Jumadi. Keputusan ini tidak diterima oleh pihak Herman yg mengatakan keputusan pelelangan iu adalah dipengaruhi mafia hukum.(Bs/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Eksekusi Gedung Di Tidar Tak Berjalan Lancar"