BEI Luncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia

JAKARTA-Menjawab tingginya permintaan masyarakat akan produk investasi yang berbasis syariah, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)  telah meluncurkan Fatwa Mekanisme Syariah Perdagangan Saham dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Peluncuran ini bersamaan dengan rangkaian acara Investasi Syariah di Pasar Modal pada hari Kamis,  12 Mei 2011, bertempat di Ballroom JW Marriot Jakarta.

Pada kesempatan itu, Bursa Efek Indonesia meluncurkan Fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang telah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada tanggal 8 Maret 2011.

“Dengan pengesahan fatwa tersebut maka penyelenggaraan perdagangan efek di BEI telah memiliki dasar atau hukum fikih yang kuat bahwa mekanisme lelang berkelanjutan (continous auction) yang digunakan BEI dalam transaksi efek bersifat ekuitas di pasar reguler telah sesuai dengan prinsip Syariah,” ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam rilis yang suarakawan.com terima, Kamis (12/05).

Selain itu, juga diselenggarakan acara Peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) yang dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi investor untuk berinvestasi di saham, khususnya saham syariah. Dengan diluncurkannya indeks ini diharapkan dapat  menjadi indikator utama yang dapat menggambarkan kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI  dan membantu menghilangkan kesalahpahaman masyarakat yang menganggap bahwa saham syariah hanya terdiri dari  30 saham yang masuk dalam Jakarta Islamic Index (JII).

Metode penghitungan ISSI sama dengan metode penghitungan indeks lainnya yang ada di BEI yaitu menggunakan market capitalization weighted average. Komponen penghitungannya adalah semua saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK setiap 6 bulan. Hari Dasar Penghitungan ISSI adalah Desember 2007 dengan nilai indeks 100. Saat ini terdapat 214 saham syariah yang kapitalisasi pasarnya 43,6% dari total nilai kapitalisasi pasar BEI.

Ito berharap, dengan telah diluncurkannya Fatwa No. 80 tentang Mekanisme Syariah Perdagangan Saham dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), diharapkan  masyarakat menjadi tidak ragu lagi untuk berinvestasi syariah di pasar modal.” Yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah investor domestik di Pasar Modal Indonesia,” pungkas Ito.(nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *