Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Durian Bhineka Bawor Banyumas Bikin Ketagihan

27 Feb 2017 // 08:25 // HEADLINE, HOBI & PARIWISATA

images (29)

BANYUMAS (suarakawan.com) – Durian bhineka bawor adalah salah satu primadona wisata kuliner di kawasan Banyumas, Jawa Tengah. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara datang ke kawasan agrowisata buah durian di Desa Alasmalang untuk menguji kenikmatan durian hasil persilangan berbagai jenis durian unggulan tersebut.

Daya durian khas itu terlihat, misalnya, kerumunan pelancong di salah satu titik penjualan di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, hari Minggu lalu. Si manis berkulit landak yang dijual di sana langsung ludes kurang dari satu jam.

Ambar Siswati, pelancong dari Cilacap, mengaku telah dua kali datang ke sentra durian bhineka bawor yang dikelola Sarno Ahmad Darsono itu.

“Rasanya enak, mantap, dan membuat ketagihan. Besok pas musim durian lagi, saya akan datang ke sini lagi,” kata dia.

Menurut Ambar, durian bhineka bawor berbeda dengan durian lainnya karena dagingnya tebal dan rasanya manis. “Pokoknya, enggak ada duanya.”

Pemilik sentra durian bawor, Sarno Ahmad Darsono, 51 tahun, telah melakukan rekayasa budi daya durian itu sejak 1996.Ia menggunakan teknis teknik yang diberi nama sarakapita. Adapun duran yang ia persilangkan adalah montong Thailand, Petruk, dan sitokong.

Hasilnya? Adalah durian yang memiliki kulit tipis, daging tebal berwarna kuning, dan rasanya manis. “Saya ingin menyaingi durian montong dari Thailand agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Sarno.

Durian bhineka bawor dapat ditanam di berbagai daerah, baik dataran tinggi, dataran rendah, maupun pesisir pantai. Bibit durian ini juga dapat dibeli di Alas Malang. Harganya berkisar Rp50 ribu per batang hingga Rp2 juta.

Padahal, kata Sarno, berat satu butir durian bhineka bawor berkisar 4-15 kilogram. Sarno mengaku dalam setengah hari bisa menjual 1 ton durian bhineka bawor.

“Pembelinya datang dari berbagai daerah termasuk luar negeri seperti Singapura dan Australia. Selain dimakan di tempat, durian itu juga dibawa pulang,” katanya. Bahkan, kata dia, kadang ada yang pesan lebih dulu agar tidak kehabisan. (tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini