Dugaan Korupsi Dana Bimtek DPRD Menguat

Tidak ada komentar 4 views

kasatreskrim Polrestabes AKBP Indarto

SURABAYA (suarakawan.com) – Dugaan penyimpangan kasus dana Bimtek yang dilakukan oleh ketua dan Anggota DPRD Surabaya senilai 2,7 M nampaknya semakin kuat. Ini setelah hasil pemeriksaan terhadap Sekwan Hari Sulistyowati dan stafnya yang mengaku tidak mengecek surat dan kelengkapan Bimtek yang dilakukan anggota dewan.

Kasat Polrestabes Surabaya AKBP Indarto saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya mengatakan pihaknya memanggil sekwan yaitu mau menanyakan beberapa dokumen dan beberapa anggaran kegiatan yang dilakukan dewan. Namun dalam penyidikan mereka tidak memeriksa sebelum pelaksanaan Bimtek. “Ternyata Sekwan tidak melaksanakan kewaiban tersebut,” ujarnya.

Namun pihak kepolisian tidak terburu – buru menetapkan mereka bersalah dalam kasus bimtek ini karena pihaknya masih mengumpulkan beberapa fakta yang saat ini.

“Terlalu dini atau premature menetapkan 3 saksi tersebut bersalah karena pihaknya masih akan memeriksa saksi yang lainya, dan pihaknya masih mengumpulkan fakta di lapangan” terangnya.

Pihaknya masih akan memeriksa sejumlah staf sekwan lagi sebagai pelengkap. Sayang dia tidak menyebutkan identitas yang bersangkutan. Yang pasti, pemeriksaan tentang program bintek.

“Pihaknya akan segera melakukan gelar perkara. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pemeriksaan anggota DPRD,” ujarnya

Kapan proses tersebut akan dimulai?, Indarto tidak menyebut. Sebab saat ini pihaknya masih fokus pada beberapa titik terlebih dahulu. Yakni berkenaan dengan dokumen dan implementasi pelaksanaan.

“Masalah yang kami hadapi kan banyak, jadi kita fokus pada beberapa titik dulu. Begitu semua selesai, baru mereka (Anggota DPRD) kami periksa. Ini tinggal menunggu waktu saja. Sebab izin gubernur juga sudah turun,”ungkapnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dugaan Korupsi Dana Bimtek DPRD Menguat"