Dua Polisi Datang, Dewan Bantah Digeledah

Tidak ada komentar 13 views

gedung dprd surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Terkait dugaan korupsi dana Bimtek, Senin siang (20/06)  dua anggota kepolisian yang sempat datang ke Gedung DPRD Surabaya untuk melakukan pemeriksaan atau penggeledahan. Namun hal ini langsung di tampik oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Surabaya membantah tidak ada penggeledahan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Wisnu Buana Sakti saat ditemui di gedung DPRD Surabaya, mengatakan bahwa anggota kepolisian datang ke gedung DPRD bukan keperluan pemeriksaan atau penggeledahan namun polisi datang kesini untuk meminjam ruangan untuk acara perpisahan. “Pokoknya itu yunior saya, mau minta bantuan. Itu saja,” tegasnya.

Terkait soal polisi yang memeriksa berkas dan keluar ruangan membawa map merah, ia mengatakan juga enggan berkomentar. “Pokoknya itu saja,” pungkasnya.

Awalnya dua orang berpakaian preman tersebut, terlihat berdiri di depan ruang Komisi B lantai dua DPRD Surabaya, namun sesaat berikutnya kedua orang tersebut masuk ke ruang Wakil Ketua DPRD Ahmad Suyanto.

Beberapa wartawan lantas mencoba mengambil gambar. Didalam ruangan terlihat dua orang tersebut membuka – buka berkas yang tertumpuk di meja Wakil Ketua DPRD asal fraksi PKS tersebut. Setelah beberapa menit, dua orang yang diduga petugas kepolisian tersebut keluar rungan sambil membewa satu map kertas. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dua Polisi Datang, Dewan Bantah Digeledah"