Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Dua Penyakit Ini Intai Jamaah Haji 2017

26 Jul 2017 // 09:45 // Berita & Suara Haji, HAJI, HEADLINE

20160919haji2016-daker-mekah-pulang-001

JAKARTA (suarakawan.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada dua jenis penyakit yang perlu diwaspadai jamaah haji Indonesia 2017. Kedua penyakit itu adalah diabetes militus (DM) dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Jusup Singka membenarkan, ada dua kelompok penyakit yang perlu diwaspadai. Pertama, penyakit-penyakit yang dibawa dari Tanah Air. Jika tidak dikendalikan dengan baik, maka penyakit ini semakin parah atau kondisi jamaah haji ini sakitnya lebih parah bahkan mengalami kematian.

“Contohnya penyakit jantung yang bukan sakit di sana, tapi dibawa dari sini (Indonesia). Kemudian kalau di sana terjadi karena mungkin stres,” katanya.

Penyakit bawaan lain yang juga harus diwaspadai adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) hingga diabetes mellitus (DM). Jenis kedua, kata dia, yaitu penyakit yang didapatkan ketika sudah baru di Arab Saudi yaitu sakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) yang ditularkan binatang di sana.

“Meskipun (jamaah haji) sehat dan muda tetapi kalau di sana main-main dengan yang terkontaminasi MERS CoV ya ikut sakit juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, yang juga harus diwaspadai jamaah haji adalah sengatan panas atau heat stroke. Siapapun yang sehat tapi tidak menjaga dirinya dari sengatan matahari bisa terkena heat stroke. Penyakit lainnya yang harus diwaspadai adalah kolera.

Penyakit infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri vibrio Kolera ini menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Ciri-cirinya buang air besar cair, berwarna seperti air cucian beras, dan encer lebih dari tiga kali sehari. Kemudian ini berlanjut dengan muntah dan dehidrasi.

Sebagai langkah preventif, ia meminta jamaah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) misalnya rutin cuci tangan. Atau bisa juga membeli buah yang ada kulitnya. Karena buah ini masih harus dikupas. Atau buah yang bisa langsung dimakan namun sebelumnya harus dicuci dulu. “Namun, kami sudah antisipasi,” ujarnya.

Mulai dari mengirim 246 tenaga kesehatan ke Arab Saidi hingga penyediaan sarana mendukung seperti ambulans. Iamenegaskan persediaan obat yang dibawa dari pihaknya sekitar 3.680 obat atau sekitar 57 ton. Obat itu untuk semua keluhan penyakit termasuk kolera, hipertensi, jantung, oralit, hingga vitaman.

“Kami sudah melakukan upaya preventif dan promotif tapi Allah memperlihatkan kekuasaannya (jika terjadi diluar kendali),” katanya.(rol/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini