Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

DPW PPP Resmi Buka Pendaftaran Cagub Jatim 2018

23 Aug 2017 // 18:42 // HEADLINE, PILKADA

IMG-20170823-WA0008

SURABAYA (suarakawan.com) – DPW PPP Jatim membuka pendaftaran bakal calon gubernur/wakil gubernur, Rabu (23/8). Pendaftaran ini bersamaan dengan Pemenangan Pilkada Serentak 2018 Menuju PPP Besar, 23-31 Agustus 2017.

“Pendaftaran kita buka untuk internal maupun eksternal, untuk bacagub atau bacawagub. Termasuk juga bakal calon bupati maupun wakil bupati. Namun khusus Pilgub Jatim pendaftarannya kita buka sampai 9 September,” kata Ketua DPW PPP Jatim Musyafa Noer di kantor DPW, Rabu (23/8).

Diterangkan, ada sedikit perbedaan di masing-masing kabupaten/kota. Jika ada kader PPP yang serius dan berpotensi, maka di daerah tersebut tidak perlu membuka pendaftaran.

“Misalnya itu di Jombang, Bondowoso, juga Kabupaten Probolinggo. Di tempat-tempat itu kader PPP sangat kuat dan respons masyarakat positif, maka tidak harus membuka pendaftaran,” papar dia.

Jika tidak ada yang kuat, misalnya dalam Pilgub Jatim 2018, maka DPW PPP membuka pendaftaran bacagub dan bacawagub.

Ditambahkan, saat pengambilan formulir bakal calon yang mendaftar diwajibkan membayar mahar politik. Ini karena PPP ingin mendapat calon yang serius. Mahar itu diantaranya untuk biaya survei serta rapat pimpinan wilayah.

“Terpenting itu untuk syarat keseriusan. Nilai maharnya murah, hanya Rp35 juta. Itu minimal, kalau ada yang memberi lebih juga tidak apa-apa. Uang itu diserahkan saat mengambil formulir,” ungkap Musyafa. (aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini