DPRD Surabaya Minta Rumah Lahir Bung Karno Masuk Kurikulum

Rumah Lahir Bung Karno

SURABAYA (suarakawan.com)-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya meminta kepada Dinas Pendidikan kota Surabaya untuk segera memasukan rumah lahirnya bung Karno ini untuk dimasukan dalam pelajaran sejarah.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi D PRD Surabaya  Baktiono, saat ditemui usai acara peresmian rumah di Pangadelan peneleh Surabaya, Senin (06/06).

“Pemerintah Surabaya harus mengambil langkah cepat untuk memasukan nilai rumah tempat lahirnya Bung Karno untuk di jadikan pelajaran sejarah, karena ini merupakan penemuan yang terbaru,” ujarnya.

Dijelaskan, pelajaran sejarah ini harus diajarkan karena ini merupakan nilai sejarah baru yang sangat bagus diangkat, namun pihaknya juga meminta jangan lupa untuk tetap mengajarkan nilai baik Pancasila, tokoh nasional, serta nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa ini.

“ Saya Harap pelajaran sejarah tentang rumah Lahir Bung Karno ini harus murni pelajaran sejarah tanpa adanya intervensi politik dari pihak manapun, sehingga siswa sekolah dapat menerima dengan baik,”imbuhnya.

Sebelumnya, setelah diresmikan dan ditandangani prasasti sebagai tempat lahirnya Presiden Pertama Soekarno oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini senin di jalan Pangadelan, pihak pemkot Surabaya akan menjadikan tempat rumah lahirnya Bungkarno sebagai tempat museum sejarah Indonesia.

Dalam acara itu, diresmikan juga prasasti tempat Soekarno pernah bersekolah di Surabaya yakni di Hogere Burger School (HBS) pada tahun 1917 – 1920. Sekarang sekolah itu sudah beralih fungsi menjadi kantor pos besar di Jalan Kebon Rojo 10. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Surabaya Minta Rumah Lahir Bung Karno Masuk Kurikulum"