DPRD Sesalkan Sikap Pemkot Jadikan Pamurbaya Sebagai Lahan Konservasi

hutan mangrove pamurbaya yang gundul

SURABAYA (suarakawan.com)-Dewan Perwakilan Rakyat Daearah (DPRD) Kota Surabaya menyesalkan sikap pemerintah kota Surabaya yang menjadikan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) sebagai lahan kawasan konservasi. DPRD  menyesalkan banyak warga yang dirugikan atas penetapan tersebut sehingga pihak pemkot bisa terkena tindak pidana.

Anngota Komisi C DPRD Surabaya, Agus Santoso saat dikonfirmasi melalui teleponya, Jumat (17/06)  menjelaskan jika pihaknya mendapat jawaban dari KLH bahwa Pemkot Surabaya tak bisa serta merta menetapkan kawasan konservasi di suatu lahannya.

“Dalam pembahasan RTRW Kota Surabaya. Di dalam klausulnya ada zona kuning (lahan yang bisa dibangun, red) menjadi zona biru (lahan konservasi, red). Pemkot tak bisa semau gue seperti itu. Harus ada petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dari KLH,” tandas Agus.

Dia mencontohkan seperti lahan di Gunung Anyar. Sebagian lahan itu ada yang sudah disertifikatkan pemiliknya pada 1992, namun pada 2007 keluarlah peraturan wali kota jika dilahan itu dijadikan lahan konservasi. Akibatnya, warga yang memiliki lahan di tempat itu tak bisa berbuat banyak untuk memanfaatkan lahannya.

“Seharusnya, sebelum dijadikan lahan konservasi, pemkot harus membebaskan lahan itu alias membelinya. KLH juga sudah mminta SK tentang konservasi di wilayah Pamurbaya, karena itu tidak boleh terjadi. Jika dijadikan lahan konservasi, sementara lahan warga tak dibebaskan terlebih dahulu, pemkot bisa dipidanakan. Padahal pada kurun 2010-2011 ini, banyak zona kuning yang diubah pemkot menjadi zona biru,” terang Agus. (aca/nas)

One Comment

anto supriyanto,SE

Ironi memang dengan penetapan batas konservasi ini setelah sekian banyak lahan ?ª?? diklaim milik pemkot seperti surat ijo,surat BTKD,surat YKP,surat lahan kerata api kini pemkot pun ingin mencaplok lahan warganya menjadi surat konservasi(lahan ?ª?? akan dijadikan sebagai kawasan mangroev tanpa aturan jelas mengenai ganti untungnya untuk pemilik lahan) kalau semua tanah dikuasai oleh pemkot mau dikemanakan warga belum L??å????? dengan segudang permasalahan pertanahan yg A???ª bisa menghambat pembangunan di surabaya saya ambilkan contoh orang yg punya lahan bersertifikat surat ijo pasti akan pikir2 membuat bangunan yg megah karena A???ª ketakutan akan diambil alih pemkot,maka sekarang bisa kita lihat justru rumah2 mewah dan berkembang pesat A???ª di pinggiran surabaya dan roh surabaya sebagai ibukota provinsi pun semakin kalah pamornya dengan kota2 pendukungnya,dan kembali pada persoalan tanah diatas sebenarnya warga bisa melaporkan pemkot surabaya ke KOMNAS HAM karena hal ini bisa diartikan pemkot Srby telah merampas hak kemerdekaan warganya sendiri,dengan kata lain sebagai penjajah didalam karung?dukung penolakan atas klaim pemkot pada tanah2 tersebut

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *