DPRD Persoalkan Dobel Anggaran Pengerukan Sungai

Agus

SURABAYA (suarakawan.com) – Dana tumpang tindih antara dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) terus disoal dan dibahas oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam sidang Paripurna pertanggung jawaban APBD Tahun 2010.

Dalam pembahasan tersebut dana Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) senilai Rp 13 miliar pada 2011 ini ditengarai tumpang tindih dengan dana pengerukan sampah di saluran air yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot senilai Rp 6,6 miliar pada tahun sama.

“Dalam anggaran ini kami menduga adanya double anggaran dimana bunyi penggunaan anggaran di DPUBMP adalah anggaran pengerukan saluran, sedangkan di DPK anggaran pengerukan sampah di saluran,” ujar Anggota Komisi C Agus Santoso saat ditemui di sidang Paripurna DPRD Surabaya, Selasa (02/08).

Dikatakannya, dengan adanya dobel  anggaran itu membuktikan program pembangunan kota tidak terkonsep dengan baik. Masing-masing dinas tidak melakukan koordinasi, sehingga adanya tumpang tindih program pengerukan saluran.

“Bisa jadi, dalam satu saluran dikeruk DPUBMP pada hari ini, kemudian besoknya dikeruk lagi oleh DKP. Ini kan konyol sekali. Ini harus diluruskan tentunya dan saya sudah melihat faktanya sendiri di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan apabila terbukti adanya tumpang tindih soal dana tersebut pihaknya minta ke dua dinas tersebut untuk melakukan koordinasi.  “Anggaran itu kan bisa diperuntukan warga tidak mampu, daripada tumpang tindih seperti itu,” tambahnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Persoalkan Dobel Anggaran Pengerukan Sungai"