DPRD Minta Pemkot Benahi PSB

1 komentar 4 views

gedung dprd surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Setelah mengalami penurunan nilai UN kota Surabaya dan terungkapnya kasus percontekan masal di SDN Gadel 2  membuat berang anggota DPRD Surabaya yang meminta adanya evaluasi atas Unas dan sistem penerimaan siswa baru online ke sistem baru yaitu melakukan tes langsung ke siswa tersebut . Alasannya, dua sistem itu dianggap biang ketidakjujuran maupun KKN.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono saat ditemui di gedung DPRD, Selasa (21/06) mengatakan daripada kejujuran dikalahkan, mending kejujuran itu dijunjung dengan baik. “Untuk itu perlu evaluasi sistem Unas dan penerimaan siswa baru,” tandas Baktiono.

Diakui Baktiono, saat pertama kali penerimaan siswa baru online diluncurkan, tujuannya untuk mengeleminir KKN. Sistem itu dianggap mampu dijalankan tanpa memandang dari mana calon siswa itu berasal. Apakah dia anak orang mampu atau tidak.

“Memang, sistem itu ditiru kota lain. Namun yang patut dievaluasi adalah nilai Unas yang menjadi acuan syarat masuk ke jenjang pendidikan lanjutan. Tapi kita tak memerhitungkan apakan nilai Unas itu hasil kejujuran atau tidak,” terangnya.

Dewan meminta, pemkot maupun Dinas Pendidikan segera merubah sistem penerimaan siswa baru tersebut. Bisa saja untuk masuk ke sekolah lanjutan negeri dengan tes langsung tanpa melihat hasil Unas.
Tes itu bisa dilakukan oleh tim independen yang ditunjuk. Ini seperti penerimaan mahasiswa baru yang melalui tes langsung. (aca)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Minta Pemkot Benahi PSB"