Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

DPRD Jatim Kecewa Batalnya Pembangunan Jalan Tembus Purwodadi – Batu

11 Sep 2017 // 19:30 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN, PROVINSI
Gedung DPRD Jatim. (ist)

Gedung DPRD Jatim. (ist)

SURABAYA (suarakawan.com) – Ketua Komisi D DPRD Jatim Eddy Paripurna kecewa dikarenakan rencana pembangunan jalan tembus antara Purwadi hingga kota Batu batal terealisasi. Pasalnya,Pemkab Malang dan Pemkab Pasuruan enggan mengucurkan anggarannya untuk realisasi  jalan tembus tersebut.

”Dalihnya anggarannya besar, padahal di daerah tersebut kalau digarap dengan baik akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan tentunya akan berdampak pada pemasukan masing-masing daerah. Kalau dalihnya tak ada anggaran terlalu besar itu tak punya kemauan saja,” ungkapnya saat ditemui di Surabaya, Senin (11/9).

Politisi asal PDI Perjuangan ini mengatakan jalan tembus yang memiliki panjang 30 Km tersebut sangatlah urgen sekali mengingat bisa mengurangi kepadatan di daerah akses Malang maupun ke kota Batu.

”Dulu MoU antara Pemkab Pasuruan, Pemprov maupun Pemkot Batu sudah ditandatangani di Grahadi Surabaya. Harapannya jalan tembus tersebut bisa  terealisasi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menghindari kejadian serupa, kata Eddy Paripurna, pihaknya mendorong agar proyek tol  Malang-Pandaan  segera terealisasi. ”Saat ini progresnya di daerah Sukorejo untuk penyelesaian pembebasan tanahnya. Jangan sampai tol ini gagal karena ini untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Panjang keseluruhan 50 KM,” jelasnya.

Ditambahkan oleh politisi asal Pasuruan ini, tol ini diharapkan segera selesai pada tahun 2018 mendatang dan diharapkan 2019  sudah bisa dioperasionalkan. ”Kami akan kawal penuh pembangunan tol tersebut,” tutupnya.(aca/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini