DPRD Himbau MOS Tanpa Perploncoan

Tidak ada komentar 26 views

Masa Orientasi Siswa (dok)

SURABAYA (suarakawan.com) – Setelah liburan panjang, hari Senin (11/07) ini adalah hari pertama masuk sekolah. Bagi siswa baru di masing masing jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA, beberapa hari ini akan melewati MOS (Masa Orientasi Siswa).

Meski keberadaanya kerap menimbulkan kontroversi akibat perlakukan senior atau kakak kelas yang berlebihan, banyak pihak menganggap MOS masih diperlukan sebagai tahap adaptasi dalam memasuki jenjang yang lebih tinggi.

Guna menghindari terjadinya insiden yang tak diinginkan dalam MOS, DPRD Surabaya berjanji akan mengawasi proses MOS yang digelar di Surabaya serta mempersilahkan masyarakat untuk melapor bilaman ada temuan MOS yang berlebihan.

“Bilamana masyarakat masih melihat MOS yang berlebihan seperti ada bentakan atau bahkan hukuman fisik, silahkan lapor ke kami,” ungkap anggota Komisi D DPRD Surabaya Rusly Yusuf.

Namun demikian, politisi yang juga dosen di salah satu universitas swasta ini menilai wajar jika siswa baru diminta mengenakan pakaian unik, tugas-tugas unik serta aksesoris rambut tertentu.

“Kalau hal-hal seperti itu kan sifatnya membina mental dan kreatifitas siswa, tidak masalah bagi kami,” tegasnya.(aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Himbau MOS Tanpa Perploncoan"