DPRD Desak Pemprov Perketat Pengawasan di Jembatan Timbang

SURABAYA (suarakawan.com) – Banyaknya kejadian kecelakaan truk di Jatim beberapa hari terakhir ini membuat anggota DPRD Jatim geram dan mendesak pemerintah provinsi lebih memperketat pengawasan di jembatan timbang.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Suharti, SPsi. MM mengatakan, beberapa kecelakaan maut yang terjadi akhir-akhir ini di antaranya berawal dari dodornya pengawasan di jembatan timbang. Lainnya, faktor kelaikan kendaraan dan sopir.

Ia menjelaskan pengawasan itu memberi peluang terjadinya pungli dan pelanggaran di jembatan timbang. Sehingga kendaraan yang muatannya kelewat batas toleransi bisa lolos tanpa tindakan.

“Pada kasus kecelakaan di jalur Ngawi-Bojonegoro 12 Juli 2011 lalu, kuat diduga akibat kelebihan muatan truk semen. Sebanyak 16 orang yang sedang menonton pertunjukan ketoprak akhirnya tewas akibat kecelakaan tersebut,” kata Suharti, dalam sidang paripurna pandangan umum fraksi terkait pembahasan Raperda Pengendalian Kelebihan Muatan Barang, di gedung DPRD Jatim, Kamis (16/02).

Dikatakanya maraknya pertumbuhan ekonomi, telah memacu perusahaan angkutan untuk memaksa truknya memuat barang sebanyak-banyaknya. Indikasi ini terlihat jelas dengan makin banyaknya truk yang berjalan lambat bagaikan keong di jalan tol.

Apalagi, di daerah tanjakan seperti hutan Baluran Situbondo-Banyuwangi, hutan Saradan Madiun dan hutan Wilangan Nganjuk. Demikian pula saat truk tersebut menanjak di fly-over Trosobo Sidoarjo.

Kelebihan muatan, selain merusak jalan juga terbukti membuat macet jalan. Truk yang berjalan pelan sangat menghambat jalan dan memaksa pengendara lain mengambil risiko mendahului agar tidak terhambat. “Ini menambah risiko kecelakaan.” ujarnya.

Indikasi lain, makin banyak truk as rodanya patah di tengah jalan karena tidak mampu menanggung beban muatan. Jika itu terjadi, maka macetnya bisa berjam-jam karena truk tersebut tidak bisa dipinggirkan. Seperti kecelakaan di jalan raya Situbondo-Banyuwangi, Senin lalu, seorang balita meninggal dunia dan empat lainnya terluka saat sebuah mobil travel menabrak truk tronton yang mogok karena as rodanya patah.

Soal pengawasan di jembatan timbang, tambah Suharti, tidak cukup hanya dengan menyediakan kamera pantau atau CCTV online. Pasalnya, kamera tersebut rentan rusak atau bahkan sengaja dirusak oknum yang lebih menyukai adanya pelanggaran untuk memperoleh uang suap.

“Pengawasan harus dilakukan dengan sistem pencatatan data hasil timbangan secara on-line yang terekam langsung di basis data Dinas Perhubungan Provinsi secara real time. Juga harus dilengkapi kamera yang langsung memfoto pelat nomor truk yang ditimbang,” katanya

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti sejumlah fasilitas jembatan timbang di Provinsi Jawa Timur. Di antaranya, apakah fasilitasnya mampu menunjang proses penindakan? Dan kemampuan menimbang truk trailer dan tronton jumbo dan trailer yang membawa alat berat.

Menurutnya sejauh mana pula kesediaan peralatan yang seharusnya tersedia seperti fork-lift, trolly, gerobak pengangkut, dan alat pengepakan.

“Sarana ini sangat dibutuhkan petugas untuk menurunkan muatan yang berlebih. Begitu pula dengan kesiapan kecukupan area gudang penyimpanan dan lahan terbuka untuk menampung barang yang diturunkan,” pungkas Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut. (aca/jto)

 

keterangan Foto : Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan saat di DPRD

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Desak Pemprov Perketat Pengawasan di Jembatan Timbang"