DPRD Bentuk Tim Khusus Awasi Kuota Pendidikan Gakin

fatkhur rohman

SURABAYA (suarakawan.com) – Guna mengantisipasi penyelewengan didunia Pendidikan untuk kalangan Masyarakat miskin, DPRD kota Surabaya akan membentuk tim khusus untuk mengawasi kebijakan pemkot yang akan mengeluarkan kebijakan kuota 5 persen bagi Gakin.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Fatkur Rohman saat ditemui di gedung DPRD Surabaya mengatakan Tujuannya untuk memantau apakah benar porsi gakin sudah diisi siwa yang berhak atau memang ada siswa dari keluarga mampu yang mengaku gakin. Kalau ini terbukti, sama saja pelanggaran.

Menurutnya, setiap pelajar memiliki hak sama dalam proses belajar mengajar tersebut. “Walau dari siswa Gakin, mereka juga harus mendapat hak dan perlakuan yang sama, jangan dibeda-bedakan. Jangan membuat kelas khusus bagi siswa Gakin, ini tidak benar. Ini sama saja mengajarkan diskriminasi kepada para murid,” terangnya.

Ia juga menyarankan, Dinas Pendidikan harus segera mengambil sikap, jangan membiarkan kasus tersebut. Dinas Pendidikan itu sangat bertanggung jawab atas penyelenggaran pendidikan di Surabaya.

Seperti diketahui sebelumnya, muncul kesan diskriminasi bagi siswa gakin di SMPN 12. Di sekolah tersebut siswa yang berasal dari gakin dipisahkan dengan siswa lainya.
Adapun pemisahannya, siswa gakin dikelompokkan dalam satu kelas tersendiri. Serta jam masuk sekolahnya juga dibedakan, yakni, untuk gakin dimasukkan siang hari, setelah selesai jam belajar siswa-siswa lainnnya (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Bentuk Tim Khusus Awasi Kuota Pendidikan Gakin"