DPRD Akan Awasi Kursi Kosong

1 komentar 5 views

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono

SURABAYA (suarakawan.com) – Guna mengantisipasi kecurangan sisa bangku kosong agar tidak ada lagi permainan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya akan mengawasi ketat terhadap bangku kosong tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono saat ditemui di dewan Surabaya, Rabu (06/07) mengatakan pengawasan dilakukan karena keberadaan bangku kosong rawan disimpangkan pihak sekolah atau oknum Dispendik.

“Kami akan pelototi dan mengawasi dengan ekstra ketat, kalau perlu juga pihaknya akan membentuk Tim Khusus Pantau bangku kosong SD, SMP, SMA, dan SMK ” katanya.

Menurutnya, ketika ada bangku kosong pihak sekolah atau Dispendik tidak boleh mengisinya secara sembarangan. Jika bangku kosong ini tiba-tiba terisi siswa tanpa pemberitahuan secara transparan berarti ada indikasi kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN).

Sejalan dengan itu, dewan  akan meminta semua sekolah atau Dispendik untuk mengirim data soal bangku kosong ke dewan. Catatan ini akan dijadikan pegangan dewan untuk mengecek kondisi di lapangan.

Sebelumnya Walikota Surabaya Tri Risma Harini saat ditemui di Gedung DPRD Selasa (05/07) mengatakan pihaknya akan turun tangan secara langsung untuk pengisian bangku kosong tersebut.

“Pengisihan bangku kosong pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak bisa sembarangan, oleh karena itu pihaknya akan mengawasi secara langsung,” tegasnya.

Dia juga mewajibkan Dispendik untuk menampilkan daftar terbuka bangku kosong yang ada di tiap sekolah. Dengan transparansi itu, maka wali murid bisa melihat peluang secara langsung.

“Nanti wali murid bisa melihat secara terbuka, pengumuman itu akan dilakukan dengan segera,” ujarnya.

Sebelumnya, Jumlah bangku kosong semua jenjang baik SMP, SMA, dan SMK berjumlah 825 kursi. Rinciannya 433 kursi untuk SMP, 100 kursi untuk SMA dan 292 kursi untuk SMK. (aca/nas)

Satu Respon

Tinggalkan pesan "DPRD Akan Awasi Kursi Kosong"