DPC Partai Demokrat Minta Semua Pihak Kawal Kasus Bimtek DPRD

Gondo Radityo Gembiro (tengah) bersama anggota DPRD Dari partai Demokrat

SURABAYA (suarakawan.com) – Setelah kasus dugaan korupsi dana bimtek DPRD Surabaya terus bergulir yang melibatkan ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana  yang juga  politisi parta Demokrat, akhirnya petinggi partai Demokrat turut bicara.

Gondo Radityo Gambiro sebagai orang kepercayaan DPP Partai Demokrat untuk menggantikan posisi Wisnu Wardhana sebagai ketua DPC Surabaya,meminta kepada seluruh masyarakat terutama insan media untuk turut mengawal dan mengikuti perkembangannya secara proporsional.

“Saya meminta kepada masyarakat, aparat dan terutama media, agar mencermati kasus bimtek ini dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, yang jelas masalah ini jangan dikaitkan dengan saya dan DPC, itu murni kasus menyangkut para anggota dewan, tetapi karena beberapa diantaranya adalah anggota kami, maka kami meminta agar kasus ini segera dituntaskan, bukan abu-abu, karena nanti bisa menjadikan fitnah dan polemik terus” jelas Radityo Gembiro kepada para wartawan, Selasa Malam (22/06)

Menanggapi isu bahwa hal ini muncul kepermukaan akibat adanya kubu anggota FPD yang ingin menjatuhkan Wisnu Wardhana dan kawan-kawan, bang Dodik mengatakan “ saya tau kasus ini justru setelah mencuat ke media, dan menurut saya ini baru isu, secara resmi kami juga belum menerima surat pemberitahuan atau semacamnya dari aparat yang berwenang, tetapi jika memang ada ya aparat harus menuntaskan, jika tidak kami punya hak untuk menuntut aparat yang memunculkan isu ini, karena telah berkembang menjadi polemik” terangnya.

Menjawab pertanyaan soal dugaan bahwa kasus bimtek mencuat karena terganjalnya keinginan DPC oleh Wisnu untuk me-reposisi nama-nama anggota dewan yang kini menduduki posisi kelengkapan dewan, bang Dodik-sapaan akrabnya mengatakan bahwa rencana itu tetap berjalan sesuai prosedur dan pentunjuk DPP yang telah mempercayainya menjadi ketua DPC Plt.

Radityo juga telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Wisnu Wardhana soal pelaksanaan reposisi Fraksi Demokrat, karena dirinya meyakini bahwa hal itu menjadi ranah Partai.

“Saya telah berkomunikasi soal itu, tetapi jawabnya masih meminta waktu untuk dipelajari, saya juga heran, apanya yang dipelajari dan ditunggu, karena masalah ini adalah menjadi urusan partai, tetapi jika soal Ketua DPRD, memang menjadi urusannya, kami juga tidak ingin mencampuri” ucapnya.

Dirinya mengaku terus melakukan komunikasi dengan DPP dan telah melaporkan hal ini, pada saatnya pihaknya juga akan menenentukan sikap. “jika ternyata Wisnu tidak segera melaksanakan mandat partai untuk mereposisi fraksi demokrat di DPRD Surabaya” tegasnya. (aca/nas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *