Divonis Empat Tahun Bui, Hakim Syarifudin Nyatakan Banding

JAKARTA (suarakawan.com) – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Hakim Pengadilan Negeri non aktif Jakarta Pusat Syarifuddin Umar. Selain itu Hakim kepailitan PN Jakarta Pusat itu juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 150 juta subsider 4 bulan penjara.

Menanggapi putusan oleh Pengadilan Tipikor tersebut, Hakim Syarifudin menyatakan banding. “Kami tetap menyatakan upaya hukum hari ini, kami banding terkait putusan majelis hakim tadi,” kata Syarifuddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, (28/02)

Oleh karena itu, lanjut Syarifuddin sebagai bahan dirinya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi, Untuk itu , pihaknya meminta agar Majelis Hakim Tipikor untuk memberikan salinan putusan sela dan putusan akhir. “Saya minta untuk melakukan upaya hukum selama 7 hari,” tandas Syarifuddin.

Majelis Hakim pun memberikan kesempatan kepada Syarifudin dan kusa hukumnya selama 7 hari untuk mengajukan banding. Berbeda dengann Syarifudin dan pengacaranya, Jaksa Penuntut Umum KPK menyatakan akan pikir-pikir terlebih dulu.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Hakim Pengadilan Negeri non aktif Jakarta Pusat Syarifuddin Umar. Selain itu Hakim kepailitan PN Jakarta Pusat itu juga diharuskan membayar

denda sebesar Rp 150 juta subsider 4 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hakim Syarifuddin terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi telah menerima pemberian imbalan atau janji.

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan keempat. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Gusrizal saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, (28/02)

Majelis Hakin berpandangan dengan berpindah tangannya tas merah berisi uang dari Kurator PT SCI Puguh Wirawan berisi uang Rp 250 juta ke tangan terdakwa, Hakim Syarifuddin terbukti telah terbukti melanggar pada dakwaan keempat yakni Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang no 20 tahun 2001.

“Dengan berpindah tangannya tas merah berisi uang dari Kurator PT SCI Puguh Wirawan berisi uang Rp 250 juta ke tangan terdakwa, maka unsur menerima sesuatu telah terpenuhi,” ujar Hakim Gusrizal.

Majelis Hakim menambahkan, hal yang memberatkan terdakwa, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, perbuatan terdakwa merusak citra haki.

“Sedangkan yang meringankan terdakwa telah mengabdi sebagai hakim selama 20 tahun, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga,” tandas Hakim Gusrizal

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut maksimal terdakwa dengan hukuman selama 20 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.(mad/jto)

 

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Divonis Empat Tahun Bui, Hakim Syarifudin Nyatakan Banding"