Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Dituding Jual Rahasia Negara, Ini Kata Menteri Rini

23 Jun 2015 // 09:00 // EKONOMI, HEADLINE, KORPORAT

rini

JAKARTA (suarakawan.com) – Sejumlah orang yang berasal dari Indonesian Club, melaporkan menteri BUMN Rini Soemarno kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Senin (22/6). Dasar laporan tersebut adalah, IC menduga Rini menjual rahasia negara melalui persetujuan kerjasama antara PT Telkom Indonesia dengan perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Singtel.

Atas laporan tersebut, menteri Rini kemudian angkat bicara mengklarifikasi peristiwa tersebut.

Rini membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa terdapat dua hal yang berbeda terkait penjualan data dan kerjasama antara Telkom dan Singtel. Rini menyakinkan, kerjasama tersebut yang dilakukan lewat anak usaha Telkom itu bukanlah penjualan data, melainkan hanya pembangunan data center ke-3 di Singapura.

Adapun kerjasama antara Telkom dan Singtel, menurut Rini bukanlah terkait pembangunan data center seperti yang selama ini dikabarkan. Melainkan kerjasama pengimplementasian ICT Solution.

“Perlu diketahui, pembicaraan kerjasama dengan Singtel, adalah membentuk join venture untuk memberi solusi ICT. Itu membicarakan mengenai sistem dan kita tidak bahas apapun soal data,” kata Rini seperti diberitakan media ini Selasa (23/6).

Terkait pembangunan data center, tambah Rini, hal itu merupakan permintaan dari anak usaha Telkom, yakni Telin Singapore. Pusat data itu nantinya akan menjadi pusat pengelolaan data yang memfasilitasi perusahaan swasta di Singapura, untuk mengelola data perusahaannya.

Sebelumnya juga diinformasikan, pembangunan data center di Singapura ini merupakan salah satu strategi Telkom dalam melakukan pengembangan bisnis internasional. Hal ini didukung oleh riset dari sebuah perusahaan penelitian teknologi, TechNavio yang memaparkan bahwa pasar data center di Asia Tenggara diharapkan berkembang hingga CAGR, mencapai 18,05 persen dari tahun 2014 hingga 2019.

Investasi yang dilakukan Telkom melalui pembangunan data center di Singapura difokuskan untuk menarik revenue dari pelanggan korporasi di Singapura. Diharapkan pelanggan tersebut dapat ditawarkan mirroring layanan ke Indonesia sehingga nantinya bisa dilayani dari Indonesia. Hingga akhirnya, Indonesia dapat menjadi penghubung komunikasi Internet/data ke berbagai negara. (oke/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini