Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ditolak Warga Manado, Begini Respons Fahri Hamzah

14 May 2017 // 07:03 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

Fahri-Hamzah-Ungkap-Akar-Masalah-Penyerangan-Charlie-Hebdo-Wanita888-Rimanews-11012015

MANADO (suarakawan.com) – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendapat penolakan dari ribuan warga di Manado, Sulawesi Utara. Mereka menolak kedatangan Fahri karena dianggap intoleran.

Fahri Hamzah pun mengaku mencoba sabar menghadapi penolakan dari warga tersebut. “Sabar,” kata dia, seperti diberitakan Minggu (14/5).

Massa yang diperkirakan berjumlah 2.000-an ini menolak kedatangan Fahri Hamzah di Bandara Sam Ratulangi dan kantor Gubernur Sulut pada Sabtu.

Bahkan, tekanan demonstran yang menduduki kantor Gubernur Sulawesi Utara, sore tadi akhirnya membuat Fahri Hamzah harus lebih cepat mengakhiri agendanya. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini harus dievakuasi meninggalkan gedung tersebut.

Pada pukul 16.20 Wita, Fahri Hamzah dievakuasi melalui pintu belakang Kantor Gubernur Sulut. Fahri dievakuasi dengan mobil polisi dan langsung melaju ke Bandar Udara Sam Ratulangi Manado untuk kembali lagi ke Jakarta.

Unjuk rasa penolakan Fahri Hamzah di kantor Gubernur sempat ricuh. Bahkan, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa. Akibatnya, sebanyak tiga personel anggota Polda Sulut mengalami luka-luka karena lemparan batu.

“Massa bergerak karena ada ajakan dari medsos. Mereka menganggap Fahri Hamzah intoleran sehingga dilakukan penolakan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Ibrahim Tompo Purnama. (lp6/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini