Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Ditanya Sumber Utang Pemerintah, Begini Jawaban Menteri Ani

27 Jul 2017 // 20:51 // EKONOMI, HEADLINE

sri

JAKARTA (suarakawan.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak bisa menjawab secara detail ketika Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra Haerul Saleh menanyakan mengenai sumber utang pemerintah dan pengalokasian utang pada sektor mana saja.

Ani mengatakan, utang pemerintah paling merupakan utang dalam bentuk defisit finance atau utang yang dilakukan untuk menutupi defisit anggaran. Ani bilang sebagian besar utang yang diperoleh yakni melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) baik syariah maupun konvensional.

Utang tersebut langsung masuk ke kas negara seperti layaknya penerimaan pajak, atau dengan kata lain menjadi satu dengan penerimaan pajak. Dia menerangkan, bentuk utang melalui SBN berbeda dengan utang multilateral atau bilateral yang langsung bisa diidentifikasi langsung untuk proyek pembangunan infrastruktur tertentu.

“Sebetulnya, uang utang dan uang pajak berkumpul jadi satu di dalam kas negara, tapi saya enggak bisa identifikasi apakah ini uang utang atau uang pajak. kemudian kita belanjakan ke pemda pemerintah pusat. Jadi enggak bisa katakan utang USD1 perginya ke mana? Kalau pinjam untuk protek pada ADB misalnya untuk irigasi jadi kita tahu langsung,” kata Ani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Ani bilang kendati demikian, dirinya bisa mengetahui secara persis berapa jumlah surat berharga negara yang diterbitkan, tanggal berapa diterbitkan, suku bunganya berapa dan jatuh temponya kapan.

Sementara itu, Haerul sebelumnya meminta agar perintah lebih terbuka mengenai utang yang dipandangnya meresahkan masyarakat. Dia meminta agar diberikan data sumber utang dan pengalokasiannya. Sebab dia melihat, utang yang dilakukan tidam efektif dan memberi dampak positif pada ekonomi Indonesia utamanya penciptaan lapangan kerja.

“Memohon meminta agar kita diberikan data tentang utang yang masuk pada negara kita dan pengalokasiannya pada siapa saja. Agar kita bisa jelaskan keresahan-keresahan,” jelas Haerul.(mtv/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini