Dita Sari : Upah Buruh Kecil Lantaran Industri Tak Efisien

JAKARTA (suarakawan.com) – Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dita Indah Sari menilai upah minimum pekerja (UMP) yang kecil karena industri belum bisa efisien. Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berjanji akan mendorong industri lebih efisien sehingga jatah buruh meningkat.

“Ketika upah minimum kecil kita harus bicara bagaimana agar industri lebih efisien. Sehingga jatah untuk buruh meningkat. Sekarang ini infrastruktur rusak dimana-mana, biaya listrik juga tinggi,” kata Dita dalam dikusi bertajuk ‘Buruh Mengeluh’ di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (04/02).

Dita menambahkan persoalan kenaikan upah minimum buruh agar bisa memunculkan solusi yang tepat, diperlukan pembahasan lintas kementerian. “Mungkin ini bisa diselesaikan di tingkat lintas kementerian. Jadi bukan soal mau tidak mau. Tapi bagaimana mencari solusi,” tuturnya.

Oleh karena itu Dita heran dengan gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terhadap kenaikan upah minimum buruh Pihak Kemenakertrans mengherankan hal itu. Karena menurutnya, kebanyakan perusahaan di Jawa Barat yang menolak SK Gubernur terkait kenaikan upah pekerja sekira 38 perusahaan.

“Perusahaan di Jawa Barat yang menolak melaksanakan SK Gubernur soal kenaikan upah minimum buruh tidak lebih dari 50 perusahaan dari belasan ribu perusahaan yang ada di Jawa Barat. Jadi perusahaan yang mampu menaikkan upah buruh lebih banyak,” tutup Dita. (mad/sug)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dita Sari : Upah Buruh Kecil Lantaran Industri Tak Efisien"