Disnakertransduk Jatim Bentuk Tim Pengurangan Outsourching

SURABAYA (suarakawan.com) – Sedikitnya laporan 22 kasus ketenaga kerjaan masuk pada Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur.

Dari 22 kasus tersebut, kadisnakertransduk Jatim, Hari Sugiri sudah menindak lanjuti laporan masalah ketenaga kerjaan terkait buruh kontrak atau Outsourching yang diadukan oleh pihak pekerja. Dari jumlah tersebut 12 memenuhi sarat untuk di tindak lanjuti,dan 4 yang sudah di proses karena lolos verifikasi

Hary Sugiri pasca keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa buruh Kontrak atau Outsourching bertentangan dengan UU NO 13 Tahun 2003 tentang ketenaga Kerjaan,disnakertransduk melakukan langkah cepat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan posko pengaduan yang menangani permasalahan Outsourching.

“Satgas Pengawasan Tenaga Outsorsing yang dibentuk tersebut,merupakan penerapan instruksi Gubernur yang tertuang dalam Surat Edaran tentang pengaturan pengawasan tenaga outsorching,” ujar Hari Sugiri disela-sela meetin Peningkatan kapasitas SDM dalam menangani perselisihan perindustrial di jatim, di hotel Oval, Selasas (21/02).

Dalam surat edaran gubernur dikatakan Hary, disebutkan satgas yang dibentuk akan memproses penyimpangan dalam pelaksanaan sistem outsorching, disamping itu penyedia dan pengguna tenaga Outsorching harus melaksanakan sistem kerja seperti yang ditetapkan dalam UU nomer 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,serta setiap penyedia dan pengguna tenaga kerja Outsourching harus melaporkan kegiatan tenaga Outsorching setiap tiga bulan sekali.(Bs/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Disnakertransduk Jatim Bentuk Tim Pengurangan Outsourching"