Diskusi Penyiaran, Menyikapi Tantangan Media di Era Digital

SURABAYA (suarakawan.com) – Dari sekian banyak media yang ada di Indonesia, ternyata pemiliknya hanya enam nama besar. Mereka adalah Dahlan Iskan, Harry Tanoe, Chaerul Tanjung, Abu Rizal Bakrie, Jacob Oetama dan Satria Narada. Mereka berenam menguasai kepemilikan media di Indonesia. Ini disampaikan oleh Sirikit Syah dalam Diskusi Ilmiah Penyiaran Menuju Era Digital yang digelar di Adi Sukadana FISIP Universitas Airlangga.

“Pemilik media sekarang bukan lagi para aktivis pers atau jurnalis, tapi pemilik media sekarang adalah para pemilik korporasi besar,” kata Sirikit Syah, Kamis (23/02).

Oleh karena itu Sirikit Syah ideologi yang dianut bukan lagi keuntungan finansial. Bahkan dibanyak kasus, devisi media dianggap sebagai cost-center dari corporation dengan tugas menjaga citra dan mempersuasi publik dan pemerintah.

Selain itu Sirikit Syah juga membahas tentang perkembangan Televisi serta perkembangan radio. “Hingga saat ini ada 2000 wilayah radio di Indonesia dan terus bertambah tiap tahunnya,” tambahnya. Ia menyoroti masalah radio komunitas yang peraturan UU penyiarannya ternyata banyak dilanggar. Karena pada kenyataanya dilapangan masih banyak sekali radio – radio yang memohon kanal.

“Oleh karena itu peran KPI adalah membuat standart dan pedoman (P3-SPS), melakukan pembinaan, memberikan rekomendasi perizinan, melakukan evaluasi dan pengawasan serta sangsi,” tegasnya.

Sirikit Syah memberikan contoh kasus kode etik di luar negeri yang sangat ketat pengawasan dan sanksinya. Sedangkan di Indonesia sendiri dirasa masih cukup longgar sehingga perlukan UU penyiaran di ubah?

“UU Penyiaran perlu ditambahkan aturan tentang radio, iklan media siaran dan iklan pemilu,” ujar Sirikit Syah. Selain itu UU Penyiaran perlu ditambahkan aturan tentang siaran online, aturan tentang siaran online tentang sanksi pelanggaran dan P3-SPS sebagaian pasalnya dijadikan Pasal UU. (din/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Diskusi Penyiaran, Menyikapi Tantangan Media di Era Digital"