Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Disebut Terobos Arus di Jalur Puncak, Ini Penjelasan Tim Anies-Sandi

22 Oct 2017 // 07:19 // HEADLINE, HUKUM & KRIMINALITAS, LALU LINTAS

sandi

JAKARTA (suarakawan.com) – Tim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membantah tuduhan bahwa pihaknya menerobos arus di jalur Puncak.

Iring-iringan Anies–Sandi disebut memaksakan diri turun dari arah Puncak menuju Jakarta dengan melawan arus pada Sabtu, 21 Oktober 2017. Anggota tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Naufal Firman Yusak mengatakan telah terjadi miskomunikasi antara pihaknya dan tim pengawalan.

Naufal menjelaskan, rombongan Gubernur DKI Jakarta turun melalui jalur alternatif Tapos Ciawi, bukan melalui jalur utama yang berlaku satu arah. “Di bagian inilah terjadi miskomunikasi dari jajaran tim pengawalan,” kata Naufal melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (21/10).

Menurut Naufal, rombongan Gubernur DKI Jakarta itu dipandu oleh petugas pengawalan dari Kepolisian Resor Bogor dan Dinas Perhubungan menuju jalur alternatif. Patwal Polres Bogor juga menentukan rute menuju jalur alternatif, termasuk saat melewati ruas jalan raya Puncak sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara tea walk di Puncak, Bogor pada Sabtu pagi, 21 Oktober 2017. Kegiatan di kawasan Perkebunan Teh Gunung Mas itu dihadiri oleh Anies, Sandi, serta sekitar 15 ribu pegawainya.

Ketika pulang, sebanyak lima kendaraan dari iring-iringan rombongan Gubernur DKI Jakarta disebut menerobos jalur satu arah Puncak. “Saya sempat kaget karena rombongan Gubernur DKI Jakarta menerobos dan melawan arus yang saat itu kondisinya masih satu arah dari bawah ke atas,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama di lokasi.

Akibat aksi melawan arah itu, polisi disebut melakukan serangkaian penilangan terhadap panitia acara tea walk. Namun, hal tersebut juga dibantah oleh Naufal. “Tidak benar adanya penilangan terhadap rangkaian Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan,” kata dia.

Sebab, kata Naufal, perjalanan dari gerbang tol Ciawi sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dishub Bogor. Pengawalan itu berlangsung ketika rombongan menuju Gunung Mas Puncak hingga turun kembali melewati Cibinong, Jawa Barat.(tc/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini