Disebut Angka Kematian Ibu Melahirkan Tertinggi, Jatim Protes Keras

hamil

SURABAYA (suarakawan.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim memprotes keras pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, bahwa angka kematian ibu melahirkan di Jatim tertinggi di Indonesia.

Pernyataan ‘ngawur’ Mendagri tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Penyerapan Anggaran di Provinsi Jatim Tahun 2015 yang dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (23/9).

“Kami protes keras. Yang disampaikan Mendagri tentang angka kematian ibu melahirkan di Jatim salah kaprah dan tidak sesuai data serta fakta yang ada,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jatim dr Harsono di Surabaya, Rabu (23/9).

Harsono pantas marah, karena dia juga hadir dan mendengar sendiri pernyataan yang disampaikan Mendagri.?”Angka kematian ibu melahirkan di Jatim ini paling sedikit di Indonesia. Kok Mendagri mengatakan paling tinggi. Ini kan aneh dan apa maksud beliau menyampaikan hal itu,” tuturnya geram,

Tak hanya Harsono, Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) yang menjadi moderator rapat koordinasi juga ?langsung bereaksi.?Begitu mendengar Mendagri Tjahjo Kumolo, bahwa angka kematian ibu melahirkan di Jatim tertinggi di Indonesia, Pakde Karwo spontan mengangkat tangan.

Namun, Pakde Karwo tidak sampai menyela pernyataan Mendagri, karena sangat tidak etis. Apalagi, rapat koordinasi Pembahasan Penyerapan Anggaran juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara yang lain.

Selain Mendagri, pejabat negara lainnya adalah Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menkumham Yasona Laoly, Jaksa Agung Prasetyo, Kapolri Jenderal Pol Badrotin Haiti, Kepala BPKP Ardan Adiperdana, hingga Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki.

Selain itu, hadir juga pejabat Forpimda Jatim, bupati/wali kota dan Sekda se-Jatim, Kapolres dan Kajari serta Ketua PN se-Jatim, serta pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. “Apa yang disampaikan Mendagri memang salah.? Mungkin karena salah tulis,” sindirnya.

Pakde Karwo sepakat dengan rencana Dinas Kesehatan memprotes pernyataan Mendagri. “Ya, tidak apa-apa, untuk meluruskan dan klarifikasi,” ucapnya.

Berdasar data yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jatim Harsono, sesuai data resmi yang terverifikasi dan juga sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat, tahun 2014 angka kematian ibu melahirkan hanya 93,53 per 100.000 kelahiran hidup. “Ini merupakan yang terendah di Indonesia,” tegasnya.

Terlebih jika dibandingkan rata-rata nasional, dimana angka kematian ibu melahirkan masih 250 per 100.000 kelahiran hidup. Padahal target MDG’s hanya 102 per 100.000 kelahiran. “Kamis besok (hari ini,red), surat protes dan klarifikasinya akan langsung saya kirim,” tandasnya. (Bng/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Disebut Angka Kematian Ibu Melahirkan Tertinggi, Jatim Protes Keras"