Din Ingatkan Ormas Tidak Terjebak Dalam Perilaku Kekerasan

SURABAYA (suarakawan.com) – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin mengingatkan seluruh kelompok masyarakat atau ormas agar tidak terjebak ke dalam perilaku kekerasan. Sebab, kekerasan itu tidak bisa dibenarkan atas dasar apapun, apalagi oleh agama.

“Sebenarnya setiap kelompok dan kumpulan masyarakat punya hak untuk berserikat. Itu tidak hanya dijamin oleh HAM dan UUD. Silahkan berserikat, tapi jangan terjebak ke dalam perilaku kekerasan,” kata Din Syamsudin kepada wartawan di Kantor PW Muhammadiyah, Minggu (19/02).

Menurutnya, semua pasti setuju menolak kekerasan, baik fisikal dan verbal. Karena, sering kekerasan itu bersifat verbal. Tetapi, jangan lupa pemerintah harus membebaskan dari perilaku kekerasan. Negara yang mungkin mengeluarkan kebijakan yang tidak bijak, otoriter, apalagi yag berhubungan dengan pemilik modal.

“Karena ada capital balance (kekerasan modal). Kekarasan modal yang didukung pemerintah dan negara ini, sering membuat masyarakat tidak sabar sehingga melakukan balasan atau reaksi dalam bentuk kekerasan. Itupun juga tidak bisa dipenuhi,” paparnya.

Apakah perlu FPI dibubarkan, Din mengaku dirinya tidak memahami khusus satu persatu ormas, karena kekerasan ada dimana-mana, baik yang tampil dalam bentuk kekerasan fisik, verbal dan modal. Itu harus dihindari. Karena itu, perlu pengaturan terhadap keterkelompokan masyarakat dalam koridor betul-betul berbuat untuk masyarakat dan bangsa, dan bila kemudian sudah bersifat melakukan tindak kekerasan apalagi ekskusif (mau menang dan hidup sendiri, orang lain tidak boleh ada).

“Pemerintah harus tegas. Inilah masalah kita selama ini pemerintah tidak tegas dan selalu tidak hadir, absen, sehingga masalah menjadi menumpuk, terjadi penumpukan masalah dan terjadi pembiaran. Tidak ada jalan lain kita menuntut negara untuk hadir menyelesaikan masalah,” tuturnya.

Terpisah, Organisasi masyarakat (Ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) meminta seluruh ormas yang mendekati anarkis atau mungkin anarkis, sudah sepatutnya instropeksi diri. Karena, pada hakekatnya ormas berdiri untuk mengayomi masyarakat.

“Kalaupun ada fungsi kontrol yang terkait dengan hal-hal yang perlu disinergikan dengan kebijakan pemerintah, harus dilakukan dialog dan komunikasi. Tidak harus dilakukan dengan cara yang ankarkis,” kata Wakil Ketua Umum DPD Ormas Nasdem, Aminurokhman kepada wartawan di Kantor DPW Partai Nasdem, Minggu (19/02).

Terkait UU Keormasan perlu dipertegas, Aminurokhman menilai pemerintah sudah melakukan komunikasi dan melihat kembali substansi dari UU yang sudah berlaku. “Selama itu tidak relevan dalam kondisi sekarang, tentu menjadi kewajiban dari pemerintah untuk hal-hal lebih akomodatif,” ucapnya. (Bng/jto)

Keterangan foto: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin. (Bng)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Din Ingatkan Ormas Tidak Terjebak Dalam Perilaku Kekerasan"