Diknas Jatim Dinilai Ingkar Janji Terkait Perbaikan Ruang Kelas Bagi SMA/SMK

SURABAYA (suarakawan.com) – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rahman mendapat kritik pedas dari sebagian besar anggota Komisi E DPRD Jatim. Bahkan komisi yang menangani bidang kesejahteraan itu memberi julukan baru kepada Saiful Rahman dengan sebutan jago PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Kekecewaan Komisi E itu dipicu lantaran Diknas Jatim dinilai tidak konsisten dengan ucapan dan janjinya. Padahal yang berinisiatif dan meminta anggota Komisi E supaya mengajukan usulan perbaikan ruang kelas baru bagi sekolah SMA/SMK swasta di Jatim yang benar-benar membutuhkan dengan ketentuan sekolah tersebut memiliki siswa banyak dari kalangan warga miskin serta kemampuan keuangan sekolahnya terbatas.

“Sudah tiga tahun janji itu tak kunjung direalisasikan, sampai saya malu karena saat reses dituding konstituen pembohong besar padahal mereka sudah mengajukan proposal perbaikan ruang kelas baru,” ujar Ir H Artono anggota Komisi E DPRD Jatim saat dikonfirmasi di kantor DPRD Jatim, Jumat (13/4).

Menurut politisi asal F-PKS dalam berbagai kesempatan rapat dengar pendapat dengan Diknas Jatim, pihaknya juga seringkali menanyakan hal tersebut. Tapi oleh Kadiknas Jatim dipersilahkan langsung berkoordinasi dengan bidang sarana dan prasarana Diknas Jatim. “Tapi saat kami panggil bagian sarana dan prasarana, ternyata mereka bilang tidak pernah menerima usulan yang disampaikan anggota Komisi E, jadi kami ini dipimpong,” kesal Artono.

Sesuai permintaan Kadiknas Jatim, seluruh anggota Komisi E dipersilahkan mengajukan proposal perbaikan ruang kelas baru SMA/SMK swasta yang ada di dapilnya masing-masing. Setiap anggota dapat jatah tiga titik (sekolah) dengan alokasi kisaran Rp.150 juta – Rp.200 juta per sekolah. “Sebenarnya alokasi anggarannya tidak terlalu besar, kalau jumlah anggota komisi 20 orang berarti hanya butuh Rp.12 miliyar,” beber Artono.

Ia menegaskan profesionalitas seseorang itu dilihat dari tiga hal, yakni memiliki ilmu, memiliki kinerja bagus dan bermoral baik. “Saya rasa Kadiknas Jatim, Saiful Rahman tidak profesional karena belum memiliki syarat ketiga yaitu moralitasnya masih diragukan karena suka PHP,” pungkas pria yang juga ketua assosiasi ikan sidat Indonesia ini. (aca/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Diknas Jatim Dinilai Ingkar Janji Terkait Perbaikan Ruang Kelas Bagi SMA/SMK"