Diduga Stres, Bayi Dianiaya Hingga Tewas

SURABAYA – Penganiayaan yang dilakukan M Suryadi (29) hingga menyebabkan anak tewas, Almira (18 bulan) diduga karena stres. Pasalnya, Almira tak kunjung berhenti menangis, sehingga Suryadi tega mengikat lengan dan kaki korban.

“Kami menduga pelaku stres. Penghasilan kerja yang kurang baik dan kondisi lelah memicu emosinya. Nanti akan dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Coki Manurung, kepada wartawan di mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan, Sabtu (16/4).

Saat pelaku tiba di rumah usai kerja, jelas Coki, ia mendengar anak balitanya, Almira menangis tak henti-henti. Ia lalu memukul, mengikat lengan dan kaki, menggigit serta menyumpel mulut anaknya.

“Kami prediksi pelaku tidak merencanakan perbuatannya. Pelaku mengaku kesal kepada anaknya yang sulit diatur,” tambahnya.

Polisi pun menyita barang bukti berupa satu potong baju kaos bayi warna putih dan seutas tali plastik rafia warna biru yang digunakan korban untuk menjerat kedua lengan dan kaki korban.

Diberitakan sebelumnya, Almira, balita 18 bulan diketahui tewas setelah disiksa ayah kandungnya, M Suryadi (25). Almira sempat dilarikan ke RS Muji Rahayu setelah ditemukan lemas dan pucat oleh ibunya, Lusy Novita (29) dengan tangan dan kaki terikat di kamar kosnya, Jalan Tubanan Lama No 20 Surabaya, Kamis (14/4). Namun nyawa Almira tak mampu ditolong setelah mendapat perawatan dan meninggal dunia. (bs/ara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *