Diduga Mal Praktek, Mau Steril Malah Habis 500 Juta

SURABAYA (suarakawan.com) – Lagi dugaan mal praktek terjadi di Surabaya. Kali ini menimpa Muriyati (36) yang berencana menjalani operasi steril KB usai melahirkan anaknya yang kelima. Namun malang, pemasangan steril KB yang seharusnya berkategori operasi kecil malah berakhir dengan terpotongnya usus halus milik Muriyati.

“Sehari setelah melahirkan, kakak saya menjalani operasi steril jam 11.00 WIB tapi ternyata jam 10.00 WIB kok sudah dioperasi tanpa persetujuan pihak keluarga,” jelas Mutholib, Adik korban saat dijumpai Rabu (08/02).

Setelah menjalani operasi steril pada tanggal 22 Desember 2011 di RSI Surabaya Muriyati mengeluhkan sakit nyeri pada bagian perutnya. Namun pihak rumah sakit mengatakan itu hanya efek dari alergi obat bius dan keesokan harinya Muriyati sudah diperbolehkan untuk pulang. Tapi sesampainya dirumah kondisi Muriyati justru memburuk dan muntah – muntah sehingga keesokan harinya keluarga membawa kembali ke RSI.

“Di RSI tidak ada tindakan apa apa jadi kita langsung ke RKZ dengan mobil pribadi,” tegas Mutholib.

Setelah diperiksa pihak dokter diketahui bahwa terdapat banyak cairan di dalam perut dan terdapat usus halus yang sobek serta infeksi pada saluran ovarium bekas operasi steril.

Sejak saat itu Muriyati menjalani operasi hingga empat kali di RKZ Surabaya. Hal ini dilakukan karena ternyata infeksi yang diderita Muriyati sudah menjalar dan kondisinya masih naik turun. Bahkan operasi yang ketiga dilakukan karena usus halus yang telah dijahit mengalami kebocoran akibat terlalu lama terendam dalam cairan infeksi sehingga menyebabkan kondisi ususnya rapuh.

“Kami melakukan mediasi dengan pihak RSI tanggal 26 Januari, dan pihak RSI menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas semua biaya pengobatan kakak saya di RKZ sampai sembuh total,” urai Mutholib.

Namun kenyataannya pada tanggal 2 Februari 2012 pihak keluarga dipanggil oleh admin keuangan RKZ yang menyatakan bahwa RSI belum memberikan jaminan keuangan untuk biaya pengobatan pasien sesuai dengan yang telah dijanjikan.

“Biaya yang kami keluarkan hingga saat ini mencapai 500 juta,” katanya.

Mutholib dan pihak keluarga merasa bahwa pihak RSI tidak serius bertanggung jawab sehingga jika jalur mediasi tidak terselesaikan mereka akan memilih ranah hukum. (din/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Diduga Mal Praktek, Mau Steril Malah Habis 500 Juta"