Diduga Korupsi Dana Bimtek Rp 2,7 Milyar, Ketua DPRD Surabaya Akan Diperiksa

wisnu wardhana

SURABAYA (suarakawan.com) diduga menyelewengkan dana untuk Bimbingan Teknis senilai 2,7 Miliar oleh ketua DPRD Kota Surabaya Wisnu Wardana, dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya sudah masuk di di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Izin penggeledahan dari Polrestabes Surabaya terhadap orang nomor satu di DPRD Surabaya dari Partai Demokrat itu terkait dugaan tindak pidana korupsi Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD selama  setahun senilai Rp 2,7 miliar.

“Surat permintaan izin penggeledahan itu masuk kemarin. Tinggal nunggu persetujuan dari Ketua Pengadilan Tipikor Surabaya,” ujar Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tipikor Surabaya, Suhadak kepada saat di hubungi Jumat (10/6).

Ia menjelaskan, dalam surat tersebut Wisnu Wardhana menjadi seorang dari beberapa nama yang dimintakan izin penggeledahan. Wisnu dalam surat tersebut diduga telah menyalahgunakan dana Bimtek yang berasal dari APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2010.

“Suratnya sekarang sudah di meja Ketua. Mungkin dalam 2 – 3 hari kedepan, izin itu sudah turun. Itupun kalau memenuhi persyaratan pengajuan penggeledahan. Salah satunya ada nama tersangka yang diajukan,” kata Suhadak yang juga menyebut nama-nama lain ikut digeledah dalam pengajuan izin polisi tersebut.

“Ada. Cuma siapa-siapa saya lupa namanya,” sambungnya.

Suhadak juga mengakui, sejauh ini, Pengadilan Tipikor sendiri juga belum mengetahui keterlibatan Wisnu Wardhana dalam kasus tersebut. Pihaknya hanya tahu, jika pengajuan surat itu dilakukan untuk melakukan penggeledahan terhadap Wisnu Wardhana dkk.

“Kepolisan hanya mengajukan surat izin agar bisa melakukan penggeledahan terkait dugaan korupsi, itu saja,” tuturnya.

Suhadak berjanji, secepatnya akan segera memroses surat izin penggeledahan tersebut agar bisa segera turun. Namun, ia belum bisa memastikan, sura izin tersebut distujui atau tidak oleh Pengadilan Tipikor.

“Kami kan juga harus mempelajari dan menelaah dulu secara detail isi suratnya,” ujarnya.

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coky Manurung saat ditemui di Mapolrestabes mengatakan masih enggan mengomentari pengajuan surat izin penggeledahan tersebut. “Saya cek dulu ya,” singkatnya. (aca/nas)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Diduga Korupsi Dana Bimtek Rp 2,7 Milyar, Ketua DPRD Surabaya Akan Diperiksa"