Diduga Berikan Rp 20,85 M kepada Anggota Dewan, Nunun Diancam 5 Tahun Bui

JAKARTA (suarakawan.com) – Tersangka dugaan suap traveler cek kepada Anggota DPR priode 1999-2004 Nunun Nurbaerti hari ini menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dalam surat dakwaan bernomor Dak/5/24/02/2012 yang dibacakan JPU Nunun didakwa memberikan cek pelawat dari BII senilai Rp 20,85 miliar. Uang ini adalah rangkaian dari 480 lembar cek pelawat berjumlah Rp 24 miliar untuk pemenangan Miranda S Gultom sebagai DGS BI.

“Nunun diduga memberikan cek pelawat senilai Rp. 20,85 miliar kepada anggota dewan,” kata Penuntut Umum Andi Suharlis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jumat (02/03)

Sidang perdana dengan terdakwa Nunun Nurbaeti ini dipimpin oleh ketua majelis Hakim Sujatmiko dengan anggotanya adalah Eka Budi Prijanta, Anwar, Sofialdi dan Ugo. Sedangkan Tim Penuntut Umum dipimpin oleh M Rum dan empat orang anggotanya

Masih dalam surat dakwaan JPU Andi menjelaskan jika uang itu diberikan Nunun melalui bawahannya Arie Malangjudo. Oleh Nunun, Arie diperintahkan agar uang itu diberikan kepada kepada Hamka Yandhu, Udju Djuhaeri, Dudhie Makmun Murod dan Endin AJ Soefihara. “Cek itu diberikan Nunun melalui Arie Malangyudho,” tuturnya.

Atas perbuatannya JPU mendakwa Nunun dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tiindak Pidana Korupsi. Dengan sangkaan pasal 5 ayat satu Istri dari Mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini diancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.(mad/jto)

 

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Diduga Berikan Rp 20,85 M kepada Anggota Dewan, Nunun Diancam 5 Tahun Bui"