Didakwa Berikan Cek, Kubu Nunun Tak Ajukan Eksepsi

JAKARTA (suarakawan.com) – Terdakwa kasus cek pelawat kepada Anggota Dewan periode 1999-2004 menghadiri sidang perdana di Pengadilan Tipikor. Oleh Jaksa Penuntut Umum, Istri dari Anggota Komisi Hukum Adang Daradjatun itu didakwa memberikan cek senilai Rp.20,85 yang diberikan melalui bawahahnya Arie Malangjudo.

Saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim Sudjatmiko atas pembacaan surat dakwaan itu, Nunun mengaku mengerti secara garis besarnya. Nunun menyerahkan sepenuhnya kepada Penasehat Hukum.

“Saya mengerti yang mulia. Saya serahkan ke Penasehat Hukum atas izin yang mulia,” kata Nunun menjawab pertanyaan majelis Hakim.

Saat ditannya oleh majelis hakim, Penasehat Hukum menyatakan tidak aka mengajukan nota pembelaan atas dakwaan Penuntut Umum.

“Kami tidak akan mengajukan eksepsi,” kata salah satu kuasa hukum, Mulyaharja.

Majelis Hakim mengetahui penasehat tidak mengajukan nota pembelaan menyatakan jika agenda sidang berikutnya adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi.

“Tak ada eksepsi maka dialanjutkan dengan periksa saksi-saksi dilanjutkan Rabu 7 Maret 2012,” tandas Sudjatmiko.

Dalam surat dakwaan bernomor Dak/5/24/02/2012 yang dibacakan JPU Nunun didakwa memberikan cek pelawat dari BII senilai Rp 20,85 miliar. Uang ini adalah rangkaian dari 480 lembar cek pelawat berjumlah Rp 24 miliar untuk pemenangan Miranda S Gultom sebagai DGS BI.

“Nunun diduga memberikan cek pelawat senilai Rp. 20,85 miliar kepada anggota dewan,” kata Penuntut Umum Andi Suharlis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Jumat (02/03)

Sidang perdana dengan terdakwa Nunun Nurbaeti ini dipimpin oleh ketua majelis Hakim Sujatmiko dengan anggotanya adalah Eka Budi Prijanta, Anwar, Sofialdi dan Ugo. Sedangkan Tim Penuntut Umum dipimpin oleh M Rum dan empat orang anggotanya

Masih dalam surat dakwaan JPU Andi menjelaskan jika uang itu diberikan Nunun melalui bawahannya Arie Malangjudo. Oleh Nunun, Arie diperintahkan agar uang itu diberikan kepada kepada Hamka Yandhu, Udju Djuhaeri, Dudhie Makmun Murod dan Endin AJ Soefihara. “Cek itu diberikan Nunun melalui Arie Malangyudho,” tuturnya.

Atas perbuatannya JPU mendakwa Nunun dengan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tiindak Pidana Korupsi. Dengan sangkaan pasal 5 ayat satu Istri dari Mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini diancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.(mad/jto)

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Didakwa Berikan Cek, Kubu Nunun Tak Ajukan Eksepsi"