Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Dibubarkan Pemerintah, Gus Ipul Minta HTI Legowo

08 May 2017 // 21:09 // HEADLINE, RELIGI ISLAMI

20170503_123256

SURABAYA (suarakawan.com) – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diminta untuk legowo. Demikian pula ormas Islam lainnya harus bisa menerima atas keputusan Pemerintah yang membubarkan HTI.

Permintaan tersebut diutarakan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada wartawan di Surabaya, Senin (8/5), dalam menanggapi keputusan Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, yang telah membubarkan HTI.

“Saya minta HTI legowo dan semua pihak termasuk ormas Islam lainnya harus legowo atas keputusan ini. HTI harus merenung dan melakukan refleksi. Ini adalah Indonesia, bukan di Timur Tengah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Menkopolhukam Wiranto menyatakan pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Wiranto menjelaskan setidaknya ada lima alasan mengapa ormas itu perlu dibubarkan.

“Pertama, sebagai ormas berbadan hukum HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional,” kata Wiranto di kantor Menkopolhukam, Jakarta, Senin (8/5).

Kedua, kegiatan yang dilakukan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, asas dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomer 17 Tahun 2013 tentang ormas.

Ketiga, aktivitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat. Yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

“Keempat mencermati berbagai pertimbangan di atas, serta menyerap aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengambil langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI,” tegas mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tersebut.

Kelima, keputusan ini diambil bukan berarti pemerintah anti terhadap ormas Islam. “Namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45,” katanya.

Rapat pembubaran ormas HTI ini dihadiri olek Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly dan perwakilan dari Kejaksaan Agung. (bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini