Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Dianggap Pembohong, Serikat Buruh Cabut Dukungan untuk Anies-Sandi

11 Nov 2017 // 09:26 // HEADLINE, POLITIK & PEMERINTAHAN

demo-buruh

JAKARTA (suarakawan.com) – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengaku sudah melakukan perjuangan untuk memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Merasa kecewa, pihaknya pun menyatakan mencabut mandat untuk Anies-Sandi

Hal tersebut disampaikan Said saat melakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota, Jumat (10/11). Ia mengatakan, pihaknya saat itu memenangkan Anies-Sandi semata-mata untuk menginginkan lahirnya pemimpin yang jujur dan tidak berbohong serta mau memenuhi janjinya.

“Poros Istana dan Balai Kota adalah pemimpin yang ingkar janji dari yang telah memilihnya,” ujar Said.

Pihaknya mengaku siap mencabut mandat Anies-Sandi dan menyatakan telah menyatakan mencabut mandat tersebut. Ia menegaskan, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI saat ini merupakan pembohong.

“Kenapa kita cabut mandat? Karena dia berbohong, karena dia ingkar janji dan hanya retorika permainan kata-kata. Anies-Sandi sudah melakukan kontrak politik nomor satu tidak akan menetapkan UMP 2018 pakai PP 78,” katanya.

Namun, Anies-Sandi dinilainya hanya beretorika di media dan masih bisa tersenyum dibalik kedustaan mereka. Solusi yang ditawarkan Pemprov DKI dengan memberikan kartu Transjakarta gratis pun merupakan ide dari Gubernur DKI sebelumnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama dan bukan murni pemikiran Anies dan Sandi.

“Sandi mengatakan bahwa ada gratis Transjakarta, itu mah omongan Ahok. Itu Ahok. Dia ulangi omongannya Ahok. Kepada buruh, Ahok mengatakan, setiap penerima upah minimum DKI akan diberikan gratis (naik) Transjakarta,” ujarnya.

Ia mengatakan, harapannya mengganti Gubernur dari Basuki ke Anies adalah mendapat secercah harapan baru untuk UMP. Bahkan ia menilai Anies-Sandi lebih buruk daripada Basuki.

“Ahok masih mending tidak berbohong, meski kata-katanya kasar. Tapi ini santun, cerdas, tapi pembohong, pendusta, ingkar janji,” tegasnya.

Para buruh di DKI menuntut Pemprov DKI Jakarta merevisi penetapan UMP 2018 dari sebesar Rp 3,6 juta menjadi Rp 3,9 juta. Jumlah Rp 3,6 juta ini sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 3,3 juta.(bs/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini