Dialog Pojok Gus Dur

Tidak ada komentar 4 views

penyerahan kunci pojok Gus Dur

JAKARTA (suarakawan.com) – Dalam suasana gayeng setelah pemberian kunci secara simbolik di adakan dialog yang di pandu Hasto dengan gaya khasnya yang kocak dan terpingkal-pingkal saat “ngerjain” para nara sumber di peserta dialog.

Ditambah lagi hadirnya Sobari budayawan sebagai pembicara yang unik dengan semangatnya bahwa peran Gus Dur yang selalu membaca maka dengan buku orang dapat pintar namun bukan mintari.

“Dengan berbagai keahlian Gus Dur yang dapat menjadi Kyai yang tidak diminta namun mulai dari agama apapun hadir dalam sepeninggalnya untuk menghormatinya dalam meninggalkan kita semua,” papar Sobari, Minggu (07/08).

Sampai akhir pembicaraan kang Sobari dapat sanggahan dari Kang Said Agil Siraj dengan gaya khas masing-masing namun langgeng dan gayeng serta disambut riuh audiens dan tepu tangan.

Sedangkan pembicara kedua Ibu Musda melihat Gus Dur ada 3 hal : 1. Selalu memberi, 2. Kritis, 3. Pemberani. Pembicara lain Budi tokoh Budha selanjutnya mengatakan Gus Dur sosok yang berani dan pasang badan sampai tidak peduli dengan dirinya yang diakhiri dengan puisi seandainya hidup umur Gus Dur 71 tahun.

Suasana semakin gayeng saat tampil Danarto sebagai pembicara yang memperkuat gaya khas ketawa Gus Dur saat di negera Timur Tengah sehingga khas tersebut videonya minta diputar terus oleh para pejabat disana.

Sedangkan Adi Massardi meminta supaya kasus bulog gate Gus Dur  dapat direhabilitasi secara benar karena situasi politik tidak tersampaikan ke publik sehingga tidak terjadi seperti dibuat pertanyaan anak sekolah di Pamelang yang akhirnya mengakibatkan kemarahan warga Ansor.

Selanjutnya pembicara terakhir Muslim Abdurrahman tambah kocak dan terpingkal dengan gaya khasnya serta membalas sindiran bahwa Sobari Muhammadiyah Gandul sedangkan Aku Muhammadiyah kitab kuning semuanya terpingkal-pingkal dan seterusnya demikian sampai berakhir dialog yang dikuti kolega dekat alm. Gus Dur.

Turut hadir pula keluarga alm. Gus Dur seperti Yeni Wahid dan sahabatnya Muslim Abdurahman,  tokoh Muhammdiyah yang di NU bersama Gus Dur.(Iza/nas).

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Dialog Pojok Gus Dur"