Di Negara Ini, Mengintip Ponsel Pasangan Bisa Didenda Rp1,8 Miliar

DUBAI (suarakawan.com) – Memata-matai telepon pintar milik pasangan di Arab Saudi kini menjadi kejahatan. Pelaku bisa dihukum denda besar dan penjara maksimal satu tahun dalam undang-undang baru untuk melindungi kesusilaan warga dan masyarakat serta melindungi kenyamanan pribadi.

Pernyataan tertulis kementerian kebudayaan Arab Saudi pada Senin malam (3/4) mengatakan hukuman itu akan berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan di kerajaan terkenal ultrakonservatif tersebut. Namun, banyak yang memperkirakan hukum baru itu hanya akan melindungi kaum laki-laki dari istri-istrinya.

Sebagaimana yang terjadi pada sebagian besar negara Islam lain, hukum Arab Saudi terkait perceraian mewajibkan perempuan mendapatkan jaminan demi kebutuhan bukti terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Bukti tersebut biasanya didapatkan dari telepon saku sang suami.

Undang-Undang Antikejahatan Siber itu menyebutkan memata-matai atau menyergap data yang dikirim melalui jaringan informasi atau melalui komputer tanpa izin sah adalah kejahatan. Kejahatan itu bisa dikenai denda sebesar maksimal 500 ribu riyal atau sekitar hampir Rp 1,8 miliar, dihukum penjara, atau keduanya.

“Media sosial telah menyebabkan semakin naiknya aksi tindakan kejahatan siber seperti pemerasan, ujaran kebencian, dan belum lagi pembajakan akun,” kata kementerian kebudayaan Arab Saudi.

Undang-undang yang sudah berlaku di negara tetangga, Uni Emirat Arab, juga melarang tindakan yang sama dengan hukuman minimal tiga bulan penjara dan denda sekitar Rp 10 juta. Warga negara kaya minyak itu, yang terobsesi dengan teknologi, menjadi salah satu pengguna media gaul paling aktif di dunia.(rol/rur)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Di Negara Ini, Mengintip Ponsel Pasangan Bisa Didenda Rp1,8 Miliar"