Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Di Kampung Ini, Anak Sapi pun Bisa Jadi Tersangka

30 May 2017 // 17:19 // OPINI

Oleh: Prof. Laode

Suatu hari, seekor Ayam lewat di kandang sapi. Si Ayam melihat paha anak Sapi yang mulus lagi tertidur. Ayam kemudian mengirim WhatsApp ke Bebek.

_”Bek, paha anak Sapi ini mulus sekali”._

Bebek menjawab, _”Mulus belum tentu halus. Coba dielus…”_

Chat antara Ayam dan Bebek itu kemudian berlangsung *hot.* Hingga suatu saat Hansip kampung melihat chat antara Ayam dan Bebek. Hansip langsung menetapkan anak Sapi sebagai tersangka.

Paha mulus anak Sapi milik sendiri, tidur di kandangnya sendiri, tidak melakukan apapun yang merugikan hewan lain. Kalau ada yang tersangsang dengan paha Sapi, itu seharusnya urusan sendiri. Tidak ada yang dirugikan dengan paha mulus anak Sapi, tidak ada pula yang melapor ke Hansip jika paha mulus anak Sapi meresahkan.

Karena itu para hewan lain di kampung seperti burung, kucing, kambing, angsa dll mengajukan protes pada Hansip.

_”Mengapa anak Sapi dijadikan tersangka?”_ ujar Kambing sebagai juru bicara warga.

Dengan enteng Kepala Hansip menjawab: _”Kalau anak sapi merasa tidak bersalah, silahkan buktikan saja di pengadilan”._

Selesai

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda




  • Terkini