Media Online "suarakawan.com" mengutamakan profesional, integritas, keberagaman serta menyajikan dan melayani kepuasan pembacanya maupun kepercayaan|| Mahal Itu Pilihan! Berarti Berkualitas & Puas || Semangat dalam menjalankan tugas merupakan ciri khas karakter bangsa indonesia yang mau berjuang & bekerja keras dari berbagai aspek kehidupan terutama dalam menjaga keutuhan negara dan rakyat Indonesia. Mari menyongsong dan menatap hari esok dengan menjalankan amanat cikal bakal negara RI serta Rakyat Indonesia atas Pancasila & UUD 1945 Asli & Sungguh2 Bukan Selalu Menjadi Penindasan kepada Rakyat...|| Suarakawan.com memberikan kemudahan & pelayanan buat pembaca dari berbagai lapisan dengan bahasa di seluruh dunia.||

Di Jatim, Setiap Tahun Lahir 500 Bayi

06 May 2017 // 07:08 // DAERAH, HEADLINE, PERISTIWA

20170505_110050-1

SURABAYA (suarakawan.com) – Angka kelahiran di Jawa Timur (Jatim) masih cukup tinggi. Setiap tahun, setidaknya ada 500 bayi yang lahir. Meski demikian, angka kelahiran di Jatim ini, masih terendah di Indonesia.

“Kelahiran 500 bayi lahir di Jatim setiap tahun ini masih cukup tinggi,” kata Kepala kantor perwakilan Badan Koordinasi Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim, Kushindarwito, ketika menjadi pembicara dalam sosialisasi kebijakan dan advokasi, komunikasi informasi dan edukasi KKBPK, Jumat (5/5).

Tingginya angka kelahiran tersebut, menurutnya, membuat pemerintah harus menyiapkan pendidikan, kesehatan serta lapangan pekerjaan baru tiap tahun. Kondisi ini, harus menjadi perhatian serius. “Meski masih tinggi, namun angka kelahiran di Jatim sebenarnya yang terendah di Indonesia. Dari data yang ada jumlah bayi lahir di Indonesia pertahunnya masih mencapai 4-5 juta jiwa,” ungkapnya.

Selain angka kelahiran tinggi, angka kematian ibu dan anak ternyata juga masih cukup tinggi. Tiap tahun setidaknya ada 359 ibu meninggal per 100 ribu ibu melahirkan. “Jadi, sama-sama tingginya,” cetusnya.

Masih tingginya angka kelahiran dan kematian ini, lanjutnya, menjadikan Indonesia masih menduduki posisi ke enam di ASEAN. Untuk indeks pembangunan manusia (IPM), Indonesia menempati urutan ke 113 dunia.

“Untuk Jatim, IPM ternyata di urutan ke 15 dari 34 provinsi karena angka usia sekolah di Jatim saat ini baru mencapai 7,6 tahun atau rata-rata penduduk Jatim hanya lulus Sekolah Dasar namun tidak lulus SMP,” jelasnya.

Sementara itu untuk meningkatkan IPM, maka program KB dan meningkatkan usia pernikahan merupakan salah satu langkah yang harus digalakkan. “Kawasan tapal kuda mulai dari Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan dan Madura harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. (Bng/rur)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar Anda


  • Terkini