Di Hari Kartini Hanifah Sibuk Merawat Cucunya Yang Menderita Gizi Buruk

SURABAYA (suarakawan.com) – Keindahan menikmati masa tua tidak bisa dirasakan semua perempuan di peringatan hari Kartini di kota pahlawan Surabaya. Nenek dari penderita gizi, Putri Anggraini kini menghabiskan masa hidupnya dengan merawat cucunya yang menderita gizi buruk sejak enam tahun terakhir.

Ya, suasana canda tawa yang seharusnya dinikmati seorang nenek dengan cucunya tidak dirasakan perempuan warga Pagesangan 10 Surabaya.

Hanifah, diusianya yang menginjak 48 tahun ini terpaksa meninggalkan aktifitasnya berjualan kue di rumah untuk merawat cucunya yang mengalami gizi buruk. Sejak enam tahun terakhir nenek yang numpang tinggal di rumah petak

berukuran 3 kali 5 meter ini harus berjuang keras untuk merawat cucunya. Setiap hari Hanifah tidak lagi sibuk dengan aktifitas berjualan makanan melainkan merawat cucunya mulai memandikan hingga menyuapin susu dan bubur. “Ya begini ini mas tiap Hari. Kalau nggak ada yang ngurusin, terus siapa lagi. Lha wong orang tuanya sudah bercerai. Ibuknya kerja jadi buruh pabrik. Bapaknya nggak mau lihat sama sekali anaknya yang sedang sakit,” ujar Hanifah.

Setiap kali mengganti pakaian, Putri Anggraeni terlihat menangis kesakitan karena kondisi kaki korban yang berbentuk huruf X. Bahkan untuk membeli keperluan sehari hari seperti sembako susu dan obat-obatan Hanifah menggantungkan pada donatur atau tetangga. Maklum, Jumadi, suami Hanifa yang bekerja sebagai pekerja bangunan dengan penghasilan satu bulan seratus ribu dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Dalam peringatan hari kartini ini Hanifah mengharap adanya bantuan dari pemerintah dan donatur untuk membantu proses penyembuhan putri anggraeni yang mengalami gizi buruk.

Seperti dikertahui sebelumnya, cucu Hanifah mengalami gizi buruk sejak enam tahun terakhir. Kondisi bocah yang sudah bersuai sembilan tahun ini hanya bisa terbaring lemas di pangkuan sang nenek. Selain tubuhnya yang kurus bocah perempuan itu juga mengalami kebutaan pada kedua matanya dan kaki yang berbentuk huruf X. Oleh sebab itu berharap bisa menjadi perhatian pemerintah kota Surabaya terhadap kenyataan masih adanya masyarakat yang mengalami gizi buruk ditengah pembangunan perekonomian atau modernisasi di kota besar seperti Surabaya.(bs/jto)

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Di Hari Kartini Hanifah Sibuk Merawat Cucunya Yang Menderita Gizi Buruk"